Jumat 01 Sep 2023 10:37 WIB

Dolar Menguat Setelah Indeks Harga PCE AS Terangkat Lagi

Pasar hampir sepenuhnya yakin tak ada perubahan pada pertemuan The Fed berikutnya.

Karyawan menghitung uang di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta, Rabu (6/5/2020).
Foto: Prayogi/Republika.
Karyawan menghitung uang di salah satu gerai penukaran uang asing di Jakarta, Rabu (6/5/2020).

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK -- Dolar AS menguat terhadap sekeranjang mata uang utama lainnya pada akhir perdagangan Kamis (Jumat 1/9/2023 pagi WIB), karena indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) AS terangkat kembali terhadap data yang lemah awal pekan ini.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,44 persen menjadi 103,6126 pada akhir perdagangan.

Baca Juga

Belanja konsumen, yang menyumbang lebih dari dua pertiga aktivitas ekonomi AS, meningkat 0,8 persen bulan lalu dari Juni, tingkat tertinggi dalam setengah tahun, menurut Departemen Perdagangan AS pada Kamis (31/8/2023). Indeks PCE menunjukkan bahwa harga meningkat 0,2 persen secara bulanan dan 3,3 persen secara tahunan.

Indeks PCE inti, yang tidak termasuk makanan dan energi, menunjukkan harga meningkat 0,2 persen dari bulan sebelumnya dan 4,2 persen untuk 12 bulan yang berakhir pada Juli. Hal ini sesuai dengan ekspektasi para ekonom.

Selain itu, jumlah orang Amerika yang mengajukan tunjangan pengangguran turun 4.000 menjadi 228 ribu pada pekan yang berakhir 26 Agustus, Departemen Tenaga Kerja melaporkan pada Kamis (31/8/2023). Rata-rata pergerakan klaim dalam empat minggu meningkat sebesar 250 menjadi 237.500.

"Secara seimbang, menurut saya data hari ini tidak terlalu panas atau dingin. Data ini memberikan sedikit kejutan dan dengan demikian memperkuat gagasan bahwa The Fed akan mempertahankan suku bunganya. Pasar hampir sepenuhnya memperkirakan tidak adanya perubahan pada pertemuan The Fed berikutnya pada 20 September," kata Aaron Hill, analis di FP Markets.

Di zona euro, ukuran inflasi Uni Eropa juga meningkat pada Agustus menjadi 5,7 persen dari 5,1 persen pada bulan lalu, data resmi menunjukkan pada Kamis (31/8/2023). Pada akhir perdagangan New York, euro turun menjadi 1,0846 dolar AS dari 1,0923 dolar AS pada sesi sebelumnya, dan pound Inggris turun menjadi 1,2665 dolar AS dari 1,2717 dolar AS.

Dolar AS dibeli 145,4070 yen Jepang, lebih rendah dari 146,1900 yen Jepang pada sesi sebelumnya. Dolar AS naik menjadi 0,8830 franc Swiss dari 0,8783 franc Swiss, dan turun menjadi 1,3514 dolar Kanada dari 1,3528 dolar Kanada. Dolar AS meningkat menjadi 10,9402 krona Swedia dari 10,8297 krona Swedia.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement