Senin 28 Aug 2023 16:57 WIB

Antisipasi Dampak El Nino, Mendagri Minta Pemda Terus Monitor Ketersediaan Bahan Pangan

Antisipasi diperlukan meski suplai komoditas pangan tergolong cukup.

Rep: Fauziah Mursid/ Red: Friska Yolandha
Buruh membongkar beras impor asal Thailand. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) terus memonitor ketersediaan bahan pangan untuk mengantisipasi dampak akibat El-Nino.
Foto: ANTARA FOTO/Ampelsa
Buruh membongkar beras impor asal Thailand. Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) terus memonitor ketersediaan bahan pangan untuk mengantisipasi dampak akibat El-Nino.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian meminta pemerintah daerah (Pemda) terus memonitor ketersediaan bahan pangan untuk mengantisipasi dampak akibat El-Nino. Tito menekankan antisipasi diperlukan meski suplai komoditas pangan, dari data yang ada, sampai akhir tahun 2023 tergolong cukup.

“Kita meskipun prediksi diperkirakan cukup bahan pangan, tapi ini sangat dinamis situasinya karena ada El-Nino, kemudian juga cuaca yang lain gangguan seperti ombak dan kemudian juga ada masalah di luar negeri karena El-Nino,” kata Tito dalam siaran persnya usai Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Gedung Sasana Bhakti Praja (SBP) Kantor Pusat Kemendagri, Jakarta, Senin (28/8/2023).

Baca Juga

Tito menjelaskan, sejumlah negara seperti India termasuk yang terdampak El-Nino dengan produksi pangan dalam negeri ikut terpengaruh. Karena hal itu, kata Tito, India akhirnya memutuskan untuk tidak melakukan ekspor, begitu juga Rusia dan Ukraina.

“Kita tahu dua-duanya itu adalah dua negara sumber kita untuk impor gandum. Rusia sudah menutup kembali pelabuhan di Ukraina, yang tadinya disepakati untuk dibuka untuk menyuplai data, ini pengaruh besar sekali,” ujarnya.

 

Karena kondisi yang tidak menentu tersebut, Tito menegaskan agar Pemda terus melakukan monitor pangan hingga tingkat pasar. Pengecekan tidak hanya pada kecukupan dalam hal kuantitas, tetapi juga soal distribusi serta kenaikan dan penurunan harga. 

Kemudian, Mantan Kapolri itu meminta Pemda untuk cepat melakukan intervensi ketika terjadi kekurangan pangan, kekurangan suplai, atau kenaikan harga komoditas tertentu.

“Apa pun datanya Pemda ini perlu betul-betul nomor satu adalah komunikasi publik. Kita semua harus sama, yaitu ketersediaan bahan pangan cukup sampai dengan akhir tahun,” ujarnya.

Dalam rangka menghadapi El-Nino, Dia juga mendorong Pemda untuk memperkuat cadangan dan ketersediaan air di daerah masing-masing. Caranya dengan mengoptimalkan daya simpan air dalam sistem irigasi, serta memanfaatkan embung-embung atau kolam yang ada.

“Tolong Pemda jangan sampai autopilot, masyarakat autopilot seperti tidak ada pemerintahan. Cek betul, yakinkan rakyat masing-masing cukup air. Kemudian silakan lakukan terobosan kreatif untuk itu. Tiap daerah berbeda-beda,” ujarnya.

Terakhir, Tito mendorong Pemda terus melakukan gerakan tanam. Apalagi sekarang ini tengah populer menanam cabai rawit dan cabai merah dengan cara yang sederhana. Ditambah, gerakan ini bisa bekerja sama dengan berbagai elemen yang lain seperti TNI dan Polri. 

“Itu akan sangat bagus saya kira karena cepat panen,” katanya. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement