Rabu 23 Aug 2023 17:10 WIB

IHSG Ditutup Menguat Jelang Rilis Suku Bunga Acuan BI

Pasar merespons PMI manufaktur dan Service Jepang, serta pidato Presiden China.

Karyawan mengamati pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/2/2023).
Foto: Republika/Prayogi.
Karyawan mengamati pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/2/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Rabu sore ditutup menguat menjelang rilis suku bunga acuan oleh Bank Indonesia (BI) pada Kamis (24/08) besok.

IHSG ditutup menguat 4,96 poin atau 0,07 persen ke posisi 6.921,41. Sementara kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 turun 2,82 poin atau 0,29 persen ke posisi 960,13.

Baca Juga

"IHSG dan bursa regional Asia cenderung menguat, yang tampaknya pasar merespon PMI manufaktur dan Service Jepang, serta pidato Presiden China," sebut Tim Riset Pilarmas Investindo Sekuritas dalam kajiannya di Jakarta, Rabu (23/8/2023).

Dari Asia, The au Jibun Bank Japan Manufacturing PMI naik menjadi 49,7 pada Agustus 2023, dari sebelumnya sebesar 49,6 pada Juli 2023. Sementara itu, The au Jibun Bank Japan Services PMI meningkat ke level tertinggi dalam tiga bulan di level 54,3 pada Agustus 2023, dari sebelumnya sebesar 53,8 pada Juli 2023.

Hal tersebut menggambarkan aktivitas manufaktur dan jasa kembali menggeliat, meskipun aktivitas manufaktur di zona kontraksi. Selain itu, pasar menyikapi langkah pemerintah China dalam rangka menjaga ekonomi, yang mana Presiden Xi Jinping dalam pidatonya mengatakan bahwa perekonomian China cukup tangguh.

Selain itu, Xi Jinping menyebut fundamental pertumbuhan jangka panjang tetap tidak berubah, dan untuk melindungi nilai tukar yuan, yang mana China kemungkinan akan menjual kepemilikan treasury Amerika Serikat (AS).

Dibuka menguat, IHSG betah di teritori positif sampai penutupan sesi pertama perdagangan saham. Pada sesi kedua, IHSG masih nyaman bergerak di zona hijau hingga penutupan perdagangan saham.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor meningkat di mana sektor barang baku paling tinggi yaitu 1,63 persen, diikuti sektor transportasi & logistik dan sektor energi yang naik masing-masing sebesar 0,95 persen dan 0,51 persen. Sedangkan tiga sektor turun yaitu sektor infrastruktur turun paling dalam yaitu minus 0,30 persen, diikuti sektor keuangan dan sektor teknologi yang masing-masing minus 0,27 persen dan minus 0,08 persen.

Saham-saham yang mengalami penguatan terbesar yaitu SULI, MUTU, GRPM, GIAA, dan KING. Sedangkan saham-saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni GTRA, TMAS, MEDS, MAXI, dan MPXL.

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 1.136.759 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 22,59 miliar lembar saham senilai Rp9, 74 triliun. Sebanyak 264 saham naik, 257 saham menurun, dan 222 tidak bergerak nilainya.

Bursa saham regional Asia sore ini antara lain, indeks Nikkei menguat 153,60 poin atau 0,48 persen ke 32.010,30, indeks Hang Seng menguat 54,91 poin atau 0,31 persen ke 17.845,92, indeks Shanghai melemah 41,93 poin atau 1,34 persen ke 3.078,40, dan indeks Strait Times menguat 18,16 poin atau 0,57 persen ke 3.178,04.

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement