Jumat 18 Aug 2023 20:40 WIB

Grup MIND ID Kedepankan Kesetaraan Gender dalam Pengelolaan SDM Tambang

Sebanyak 16 persen dari BOC dan BOD Grup MIND ID adalah perempuan

Holding Industri Tambang MIND ID terus berkomitmen untuk menjunjung tinggi nilai inklusi dan keragaman gender dalam mengelola sumber daya manusia (SDM). Grup MIND ID yang beranggotakan PT Antam Tbk., PT Bukit Asam Tbk., PT Freeport Indonesia, PT Inalum, dan PT Timah Tbk., berisikan karyawan perempuan sebanyak 10 persen.
Foto: Dok MIND ID
Holding Industri Tambang MIND ID terus berkomitmen untuk menjunjung tinggi nilai inklusi dan keragaman gender dalam mengelola sumber daya manusia (SDM). Grup MIND ID yang beranggotakan PT Antam Tbk., PT Bukit Asam Tbk., PT Freeport Indonesia, PT Inalum, dan PT Timah Tbk., berisikan karyawan perempuan sebanyak 10 persen.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Holding Industri Tambang MIND ID terus berkomitmen untuk menjunjung tinggi nilai inklusi dan keragaman gender dalam mengelola sumber daya manusia (SDM). Grup MIND ID yang beranggotakan PT Antam Tbk., PT Bukit Asam Tbk., PT Freeport Indonesia, PT Inalum, dan PT Timah Tbk., berisikan karyawan perempuan sebanyak 10 persen.

Diketahui 10 persen pegawai di Grup MIND ID merupakan wanita dengan 16,22 persen di antaranya menjabat sebagai anggota Dewan Komisaris ataupun direksi Grup MIND ID.

Selain itu, dilihat dari keberagaman Dewan Komisaris dan Dewan Direksi Grup MIND ID, pegawai perempuan mengisi jabatan penting BUMN Holding Industri Pertambangan MIND ID.

"Jika dipersentasekan, sebanyak 16 persen dari BOC dan BOD Grup MIND ID adalah wanita," kata Sekretaris Perusahaan MIND ID, Heri Yusuf, Jumat (18/8/2023).

 

Ia berpesan agar para perempuan di Grup MIND ID jangan sampai merasa terbelenggu apalagi terhalangi oleh stigma bahwa sektor industri pertambangan dan logam didominasi oleh laki-laki. 

"Ya itu hanya sebatas identik saja kalau industri pertambangan dan logam dikuasai dan didominasi oleh laki-laki. Grup MIND ID memastikan kesempatan yang sama bagi seluruh karyawan mulai dari rekrutmen, penilaian pekerjaan, promosi jabatan, hingga keputusan remunerasi," ucapnya. 

Menjadi wanita karier dipandang sebagai hak dan pilihan yang boleh diambil oleh kaum perempuan. Banyak contoh perempuan hebat yang bisa menentukan nasibnya sendiri dengan berkarier di sektor eksternal. 

Salah satu cerita datang dari Yoga Amaliasari yang memilih untuk berkarier di sektor eksternal. Tak tanggung-tanggung, Yoga berhasil menduduki jabatan sebagai Manajer Konstruksi Proyek Smelter Manyar oleh Anggota Grup MIND ID, PT Freeport Indonesia (PTFI). 

Yoga tampak mengenakan rompi konstruksi dan helm saat berbicara dengan salah satu pekerja di area proyek smelter Manyar, Gresik, Jawa Timur. Ia tampak serius memberikan arahan kepada bawahannya saat melakukan kunjungan lapangan. 

Hal itu menjadi aktivitas rutin Yoga dalam menjalani pekerjaannya sebagai manajer konstruksi proyek fasilitas pemurnian dan pengolahan konsentrat tembaga kedua milik anggota Grup MIND ID PTFI. 

Yoga merupakan salah satu wanita tanggung yang memiliki posisi penting dalam proyek hilirisasi industri pertambangan Grup MIND ID. Dilahirkan sebagai seorang perempuan tak membuat Yoga putus asa dan merasa terbentur dalam mewujudkan cita-citanya. 

Ia menunjukkan kalau dirinya mampu bersaing dan menggapai impian bekerja di sektor industri konstruksi yang notabene didominasi oleh laki-laki. Yoga mampu mendobrak tembok kokoh budaya patriarki yang menganggap perempuan lemah dan selalu berada di bawah ketiak laki-laki. 

"Dunia konstruksi menyediakan banyak kesempatan karena banyaknya bidang yang tersedia dan bisa diisi, tinggal keterampilan mana yang sudah dimiliki dan bisa diaplikasikan dalam proyek konstruksi," ucap Yoga.

Menurutnya, baik laki-laki ataupun perempuan memiliki kesempatan yang sama untuk meraih cita-citanya. Hak perempuan untuk bisa mandiri sama besarnya dengan hak yang dimiliki laki-laki di era emansipasi wanita. 

"Laki-laki atau perempuan bisa mengambil peranan yang sama dan setara termasuk saat berkarier di industri pertambangan," katanya. 

Yoga pun mengajak para perempuan untuk tidak takut menggantungkan cita-citanya setinggi langit. Perempuan berdaya bukan sekedar angan belaka, melainkan menjadi cita-cita yang bisa digapai. Yoga sudah melakukan hal itu. 

"Bekerja yang keras, bekerja yang cerdas tidak takut melangkah, sedikit apapun langkah yang diambil  selama tepat akan membawa mendekat kepada cita-citamu meski setinggi langit. Selamat menemukan perananmu," ujarnya.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement