Rabu 16 Aug 2023 11:31 WIB

Produk Susu Ikan Indramayu Diharap Bisa Dicontoh Daerah Lain

Semua produk hilirisasi ini mengandung hidrolosat protein ikan.

Rep: Dedy Darmawan Nasution/ Red: Fuji Pratiwi
Peluncuran susu ikan oleh Menteri Koperasi, Teten Masduki dan Bupati Indramayu, Nina Agustina, di Pabrik HPI Plant Kecamatan Kandanghaur, Selasa (15/8/2023). Kabupaten Indramayu menjadi daerah pertama di Indonesia yang memproduksi susu ikan.
Foto: Dok Diskominfo Kabupaten Indrama
Peluncuran susu ikan oleh Menteri Koperasi, Teten Masduki dan Bupati Indramayu, Nina Agustina, di Pabrik HPI Plant Kecamatan Kandanghaur, Selasa (15/8/2023). Kabupaten Indramayu menjadi daerah pertama di Indonesia yang memproduksi susu ikan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Koperasi Nelayan Mina Bahari (Indramayu) dengan PT Berikan Teknologi Indonesia meluncurkan produksi susu ikan pertama di Indonesia.

CEO PT Berikan Teknologi Indonesia Yogi Aribawa Krisna menjelaskan, inisiatif produksi hidrolisat protein ikan mulai digulirkan sejak 2016, dalam peringatan Hari Ikan Nasional. Kemudian, pada 2020, saat pandemi, pihaknya memulai proses design engineering di Bekasi dan dilanjutkan pembangunan pabrik dan instalasi mesin di Indramayu, Jawa Barat.

Baca Juga

"Pada 2021 kami menjalankan kemitraan dengan Koperasi Nelayan Mina Bahari di Indramayu dengan meluncurkan Gerakan Merdeka Protein," kata Yogi melalui keterangan tulis, Selasa (15/8/2023).

Tahun ini, ucap Yogi, pabrik sudah dalam posisi stabil untuk house production, setelah mendapat Sertifikat Kelayakan Produksi (SKP) dari Kementerian Kelautan dan Perikanan. Dengan memiliki sertifikat tersebut, pihaknya sudah memulai langkah usaha memproduksi susu ikan dalam kerja sama bisnis.

 

Yogi berharap pemerintah menjadikan Indramayu sebagai pilot project pengembangan produksi susu ikan. "Artinya, ini bisa direplikasi di daerah lain dengan pola Blue Protein dan Blue Economy. Sebab, semua produk hilirisasi ini mengandung hidrolosat protein ikan," ujar Yogi.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement