Sabtu 12 Aug 2023 06:55 WIB

Harga Bawang Putih Stabil Tinggi, Tembus Rp 48 Ribu per Kilogram di Jakarta

Di DKI Jakarta, harga bawang putih mencapai level Rp 48.350 per kilogram.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Pedagang sayur menunggu pembeli di Pasar Induk Rau Kota Serang, Banten, Jumat (2/6/2023).
Foto: Antara/Asep Fathulrahman
Pedagang sayur menunggu pembeli di Pasar Induk Rau Kota Serang, Banten, Jumat (2/6/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pergerakan harga bawang putih masih stabil di level tinggi. Harga rata-rata bawang putih nasional pada Jumat (11/8/2023) berada di level Rp 41.700 per kilogram. Hal itu dikutip dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Bank Indonesia. Di DKI Jakarta, harga bawang putih mencapai level Rp 48.350 per kilogram pada tanggal tersebut.

Secara bulanan, tren kenaikan harga terasa sejak April 2023. Pada April 2023, harga bawang putih secara nasional berada di level Rp 34.200 per kilogram. Angka itu kemudian naik pada Mei 2023 menjadi Rp 37.750 per kilogram, pada Juni 2023 menjadi Rp 39.450 per kilogram, dan pada Juli 2023 Rp 42.500 per kilogram. 

Baca Juga

Kenaikan harga bawang putih dalam beberapa waktu terakhir dinilai disebabkan oleh sejumlah faktor. Hal itu yakni tingkat konsumsi dan produksi dalam negeri, harga di pasar global, serta prosedur impor yang dinilai berbelit. Hal itu dinilai menjadi pemicu kenaikan harga bawang putih di tahun ini sehingga diperlukan kebijakan untuk mengatasinya.

“Kenaikan ini sudah terjadi sejak Januari dan berlangsung hingga Juli 2023. Ada beberapa hal di balik kenaikan ini dan pemerintah perlu mengambil beberapa kebijakan untuk mengatasinya, termasuk memasukkannya ke daftar komoditas yang diatur dalam neraca komoditas,” ujar Peneliti Center for Indonesian Policy Studies (CIPS) Hasran.

 

Menurutnya, jika bawang putih menjadi produk yang diatur di dalam neraca komoditas maka sistem ini akan dapat memangkas persyaratan teknis dan administrasi sehingga penerbitan persetujuan impor dapat dipercepat. Sebagai akibatnya, impor dapat memenuhi kekosongan pasokan tepat waktu.

Kenaikan konsumsi bawang putih yang diperkirakan oleh Kementerian Pertanian mencapai rerata 1,38 persen per tahun tidak dibarengi dengan kenaikan produksi dalam negeri yang menurut Badan Pusat Statistik malah menurun dari 88.816 ton tahun 2019 menjadi 30.582 ton di 2022.

Tren penurunan ini akan terus berlanjut bahkan hingga 2023 seiring terjadinya penyempitan lahan tanam oleh petani. Banyak petani bawang putih dalam negeri yang berpindah dari menanam bawang putih ke tanaman lain yang lebih produktif. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement