Ahad 06 Aug 2023 07:38 WIB

BI Sebut Tiga Hal Penting Kembangkan UMKM dan Pariwisata

Transaksi UMKM GBBI dan GBWI telah mencapai angka di atas Rp 5 miliar.

Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung.
Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Juda Agung.

REPUBLIKA.CO.ID, PALU -- Bank Indonesia (BI) berkomitmen menyukseskan Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI) dan Bangga Berwisata di Indonesia (GBWI) di Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) tahun 2023.    

"GBBI dan GBWI telah memasuki tahap kampanye sebagai puncaknya," kata Deputi Gubernur BI Juda Agung saat menghadiri puncak kampanye Gernas BBI dan WBI di Sulteng, Sabtu (5/8/2023).     

Ia menjelaskan, BI melalui Kantor Perwakilan Sulteng sejak awal mula program ini dicanangkan telah mendukung penuh gerakan tersebut. Ini dimaksudkan guna meningkatkan penghasilan pelaku usaha dalam negeri melalui produk unggulan mereka.     

Intervensi BI dalam upaya peningkatan kapasitas pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui melalui berbagai program, di antaranya kurasi UMKM, pelatihan on boarding, pendampingan, travel fair hingga sampai tahap kampanye sebagai puncak dari GBBI dan GBWI Sulteng.     

Menurut dia, tiga hal yang dapat diperkuat untuk mendorong pertumbuhan sektor UMKM dan pariwisata. Diantaranya, pentingnya penguatan afirmasi keberpihakan terhadap produk dan wisata dalam negeri, kemudian pentingnya perluasan akses pasar melalui promosi perdagangan dan business matching, serta membantu UMKM untuk bisa naik kelas melalui penguatan kelembagaan, perluasan kemitraan termasuk peningkatan akses pembiayaan dengan dukungan digitalisasi.       

"Upaya-upaya ini perlahan diwujudkan, supaya produk dalam negeri mampu bersaing di pasar internasional," ujarnya.

Pada kegiatan ini, BI berkontribusi dalam sejumlah aspek pokok acara, seperti fashion show bekerja sama dengan desainer nasional dan lokal yang menampilkan kreasi busana dengan bahan baku kain tenun khas Sulteng, penyediaan hard material acara, serta publikasi.       

"Sejak dimulainya gerakan ini pada April lalu di Sulteng, tercatat transaksi UMKM GBBI dan GBWI telah mencapai angka di atas Rp 5 miliar dan diperkirakan akan terus bertambah," ujarnya pula.       

Wakil Gubernur Sulteng Ma'mun Amir mengatakan GBBI dan GBWI diharapkan semakin mengakselerasi pertumbuhan ekonomi di Provinsi Sulteng, sekaligus membuat Sulteng sebagai negeri 1.000 megalit akan semakin dikenal, baik di kancah nasional maupun internasional.       

"Kampanye puncak GBBI dan GBWI mengangkat tema 100 persen Sulteng dengan melibatkan 170 UMKM yang didukung dengan metode transaksi secara non tunai melalui QRIS oleh BI, dan acara ini mendapat dukungan dari sejumlah kementerian berlangsung tanggal 5-6 Agustus 2023," kata Ma'mun.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement