Selasa 25 Jul 2023 11:37 WIB

Listing di Bursa, Saham Emiten Jasa Pertambangan Ini Langsung Melonjak 34,75 Persen

Emiten jasa pertambangan MAHA menjadi perusahaan ke-51 yang listing di BEI.

Rep: Retno Wulandhari / Red: Friska Yolandha
PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) atau Mandiri Services secara resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (25/7/2023).
Foto: Bursa Efek Indonesia
PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) atau Mandiri Services secara resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (25/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Mandiri Herindo Adiperkasa Tbk (MAHA) atau Mandiri Services secara resmi mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa (25/7/2023). Emiten penyedia jasa pertambangan ini tercatat sebagai perusahaan ke-51 yang melantai di Bursa.

Di perdagangan perdana, saham MAHA langsung melonjak dan menyentuh batas Auto Rejection Atas (ARA). MAHA menguat 34,75 persen ke level 159 dari harga saat penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) di posisi 118. 

Baca Juga

Melalui IPO, MAHA menawarkan sebanyak-banyaknya 4,16 miliar lembar saham, atau 25 persen dari total jumlah saham yang dicatatkan. Dengan demikian, Perseroan berhasil mengantongi dana segar sebesar Rp 491 miliar.

Direktur Utama Mandiri Services, Yenny Hamidah Koean, mengatakan 60 persen dana yang diperoleh dari IPO ini akan digunakan untuk pembelian armada truk baru. "Sisanya akan digunakan untuk pembelian sekitar 50 unit dolly dan 100 unit vessel untuk peningkatan kapasitas produksi dan peremajaan unit," kata Yenny, Selasa (25/7/2023). 

 

Pada 2022, MAHA telah berhasil mengangkut 43,5 juta ton batu bara, sehingga mampu mencatatkan pendapatan sebesar Rp 1,6 triliun, meningkat 24,5 persen dibandingkan 2021. Pendapatan Perseroan telah meningkat secara signifikan sejak 2020, dengan CAGR 2020-2022 sebesar 38,3 persen. 

Seiring dengan peningkatan pendapatan usaha, Perseroan juga berhasil meningkatkan laba bersih usaha sebesar Rp 189,84 miliar atau setara dengan 60,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Yenny menyampaikan IPO ini dapat mendukung MAHA untuk meningkatkan serta mengembangkan layanan jasa. Yenny mengungkapkan potensi batu bara di Kalimantan masih besar, namun Perseroan berfokus untuk mendapatkan kontrak-kontrak baru dengan pertimbangan bisnis yang berkelanjutan.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement