Senin 24 Jul 2023 14:09 WIB

Menkeu: Kinerja Nilai Tukar Rupiah Lebih Baik dari Dolar AS

Kemenkeu mencatat nilai tukar rupiah tetap melanjutkan tren apresiasi sejak awal 2023

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.
Foto: AP Photo/Firdia Lisnawati
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan Sri Mulyani menyebutkan nilai tukar rupiah menunjukkan kinerja yang lebih baik dari dolar Amerika Serikat (AS).

"Nilai tukar rupiah kita termasuk yang mengalami apresiasi, dibandingkan dolar AS dan banyak negara yang sudah terkoreksi cukup dalam," kata Sri Mulyani dalam konferensi pers APBN KiTa edisi Juli 2023 yang dipantau secara daring di Jakarta, Senin (24/7/2023).

Baca Juga

Kementerian Keuangan mencatat nilai tukar rupiah tetap melanjutkan tren apresiasi sejak awal 2023, dengan capaian 4,7 persen year-to-date (ytd) per 21 Juli 2023. Sementara, indeks dolar AS masih terdepresiasi di level 2,4 persen akibat persepsi pasar atas arah kebijakan moneter AS.

Selain dolar AS, sejumlah negara juga menunjukkan nilai tukar yang terdepresiasi. Seperti won Korea Selatan yang terdepresiasi di level 1,8 persen, ringgit Malaysia 3,6 persen, dan yen Jepang 8,1 persen.

Di sisi lain, arus modal asing yang masuk ke pasar keuangan Indonesia masih mencatatkan aliran modal masuk (inflow) hingga pekan ketiga Juli. Inflow ke surat berharga negara (SBN) tercatat sebesar Rp 86,18 triliun (year to date/ ytd), dengan inflow pada Juni sebesar Rp 17,53 triliun dan inflow Juli sebesar Rp 1,48 triliun.

Sementara, inflow di pasar saham tercatat senilai Rp 19,22 triliun ytd. Pada Juni, pasar saham mencatatkan outflow sebesar Rp 4,38 triliun. Kemudian pada Juli, tercatat inflow sebesar Rp 3,02 triliun.

"Satu hal yang juga harus kita perhatikan adalah imbal hasil SBN Indonesia terus mengalami perbaikan, sehingga cost of fund bisa kita tekan di tengah-tengah Federal Reserve yang terus menaikkan suku bunga," kata Sri Mulyani menjelaskan.

Menurut Sri Mulyani, kinerja baik pasar SBN yang tetap terjaga didukung oleh likuiditas domestik yang cukup dan performa arus modal asing yang masuk ke dalam negeri. Dengan demikian, ia optimistis kinerja pasar keuangan domestik tetap positif di tengah berlanjutnya sentimen kebijakan moneter the Fed yang menjadi perhatian pasar AS dan global.

 

 

sumber : ANTARA
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement