Selasa 18 Jul 2023 11:57 WIB

Peringkat Logistik Indonesia Anjlok, Luhut akan Panggil Bank Dunia

Laporan logistik Indonesia turun dari posisi 46 pada 2018 ke posisi 63.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Friska Yolandha
Bank Dunia merilis laporan Logistics Performance Index (LPI) yang menempatkan Indonesia berada di posisi 63 pada 2023 atau turun 17 peringkat dari posisi 46 pada 2018.
Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga
Bank Dunia merilis laporan Logistics Performance Index (LPI) yang menempatkan Indonesia berada di posisi 63 pada 2023 atau turun 17 peringkat dari posisi 46 pada 2018.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Dunia merilis laporan Logistics Performance Index (LPI) yang menempatkan Indonesia berada di posisi 63 pada 2023 atau turun 17 peringkat dari posisi 46 pada 2018. Hal ini cukup mengejutkan mengingat pelabuhan di Indonesia termasuk 20 besar terbaik dunia.

Menteri Koordinator bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mempertanyakan laporan tersebut. Luhut menilai laporan tersebut justru kontradiktif dengan keberhasilan pemerintah menurunkan biaya logistik yang turun delapan persen dari 23,9 persen pada 2019 menjadi 16 persen pada 2023 dan ditargetkan terus menurun hingga 10 persen-11 persen.

Baca Juga

"Saya akan mengundang Bank Dunia, saya mau tanya di mana kelemahan kita agar diperbaiki, jangan cuma dibilang saja kita turun 17 peringkat, kita harus transparan," ujar Luhut saat Webinar Bincang Stranas PK bertajuk 'Kok Bisa, Rapor Logistik Turun saat Pelabuhan di Indonesia 20 Besar Terbaik Dunia' di Jakarta, Selasa (18/7/2023).

Luhut menyampaikan metode pengukuran LPI seharusnya juga mempertimbangkan kuantitas maupun kondisi geografis suatu wilayah. Menurut Luhut, Perbandingan Indonesia yang memiliki ribuan pelabuhan tidak tepat jika dihadapkan pada Singapura yang menduduki peringkat teratas di Asia Tenggara dalam hasil laporan LPI terbaru. 

"Saya terus terang, bukan apa-apa, tidak fair juga kamu nilai Singapura dengan Indonesia, ya susah bandingkan," ucap Luhut. 

Luhut ingin mengetahui lebih mendalam tentang hasil laporan LPI. Hal ini bertujuan menjadi bahan evaluasi dalam memperbaiki kinerja logistik Indonesia. Luhut mengatakan Indonesia selalu terbuka menerima masukan dan tidak menutup diri atas kritik yang datang.  

"Meski pelabuhan Indoneisa 20 besar terbaik dunia namun ada paradoks di laporan, tapi oke kita terima, nanti kita undang Bank Dunia di mana salah kami dan apa yang harus kami perbaiki, kalau ada perbaikan kita tidak perlu berkecil hati," kata Luhut.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement