Senin 10 Jul 2023 21:32 WIB

Genap 16 Tahun, Pertamina Minta PHE Gali Potensi Ketahanan Energi Nasional

Per Mei 2023, PHE mencatat produksi minyak sebesar 1.053 juta barel per hari.

Rep: Novita Intan/ Red: Gita Amanda
Genap berusia 16 tahun, PT Pertamina Hulu Energi berkontribusi terhadap produksi energi nasional. (ilustrasi)
Foto: ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra
Genap berusia 16 tahun, PT Pertamina Hulu Energi berkontribusi terhadap produksi energi nasional. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Genap berusia 16 tahun, PT Pertamina Hulu Energi berkontribusi terhadap produksi energi nasional. Per Mei 2023, Pertamina Hulu Energi mencatatkan produksi minyak sebesar 1.053 juta barel per hari.

Sekretaris Perusahaan Pertamina Hulu Energi  Arya Dwi Paramita mengatakan realisasi tersebut mencerminkan 100 persen dari target yang dipasang per Mei 2023. Rinciannya, produksi minyak mencapai 572 juta barel per hari dan produksi gas 2.788 juta kubik per hari. 

Baca Juga

“Capaian ini didukung melalui penyelesaian rencana kerja pengeboran enam sumur eksplorasi, 299 sumur pengembangan, 316 workover, dan 13.257 well services menggunakan 69 drilling rigs dan 132 WI rigs,” ujarnya dalam keterangan tulis, Senin (10/7/2023).

Menurut Arya, bertambahnya usia perusahaan, bertambah pula harapan dapat berkontribusi secara optimal memenuhi target produksi nasional satu juta BOPD dan 12 billion standard cubic feet per day (BSCFD) pada 2030 guna mendukung ketahanan energi nasional.

 

Perusahaan berupaya menggali potensi dari berbagai aspek untuk pencapaian target yang telah ditentukan. Adapun capaian untuk mendukung target jangka panjang perusahaan antara lain melalui program kerja eksplorasi dan akuisisi. 

“Capaian eksplorasi juga sangat menggembirakan, perusahaan berhasil menemukan gas discovery dari sumur eksplorasi Helios D-1 di Kalimantan Timur dan NSO XLLL di Sumatra Utara. Hal ini menjadi bukti program gas transition dari temuan sumber daya gas dari berbagai sumur eksplorasi sejak tahun lalu,” ucapnya.

Perusahaan juga berhasil melakukan penandatanganan pengelolaan wilayah kerja Peri Mahakam di lepas pantai Kalimantan Timur dan babak baru pengelolaan wilayah kerja East Natuna di area perbatasan negara kepulauan Natuna. Terakhir, PHE berhasil menandatangani perpanjangan kontrak baru di Menzel Lejmat Nord (MLN), Blok 405 di Aljazair.

Menurutnya, blok migas ini memiliki konsep Bring Barrel Home Saharan Crude Blend ke Indonesia yang merupakan salah satu quick win dalam mendukung ketahanan energi nasional. Adapun potensi yang menarik dari blok ini adalah izin pembangunan pabrik liquified petroleum gas dengan kapasitas satu juta metrik ton per tahun yang produksinya dapat dibawa ke Indonesia.

“Capaian ini tidak terlepas dari upaya PHE mengelola strategi utama dalam mengelola baseline produksi, meningkatkan production growth melalui rencana kerja dan merger dan akuisisi serta meningkatkan reserve and resource growth dengan selalu mengedepankan aspek enviroment, social, governance,” ucapnya.

“Dengan dukungan PT Pertamina (Persero) selaku holding dan dukungan pemerintah, PHE terus mendukung pemenuhan energi nasional dan membangun kapasitas industri hulu migas nasional,” ucapnya.

Pada 2022, perusahaan juga telah menyelesaikan pengeboran pengembangan sejumlah 689 sumur dan 638 sumur workover serta realisasi tambahan cadangan 1P untuk migas dan gas sebesar 486 million barrels of oil equivalent (MMBOE) atau 64 persen dari target 2022. Dalam kinerja Eksplorasi, perusahaan sebagai subholding upstream, mencatatkan realisasi 17 sumur pengeboran dengan status selesai, penambahan sumberdaya 2C dengan realisasi sebesar 345 MMBOE atau melebihi 156 persen dari target, dan capaian prestasi tiga temuan big fish di Manpatu-1X, Wilela-001 dan GQX GQ-GQS.

Kedepan perusahaan akan berkomitmen menjaga praktik bisnis sesuai dalam jalur tren investasi berkelanjutan atau environmental, social, and governance juga aspek  keamanan. Perusahaan telah terdaftar dalam United Nations Global Compact (UNGC) sebagai partisipan/member sejak Juni 2022. 

“PHE berkomitmen pada sepuluh prinsip universal atau 10 principles dari UNGC dalam strategi dan operasionalnya, sebagai bagian penerapan aspek ESG,” ucapnya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement