Jumat 07 Jul 2023 13:41 WIB

Fitch Ratings Naikkan Peringkat Kredit AP I

Hal itu menunjukkan tingkat risiko gagal bayar perusahaan berada di posisi rendah.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ahmad Fikri Noor
Calon penumpang menuju ruang tunggu keberangkatan di Bandara Internasional Yogyakarta, Senin (6/2/2023).
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Calon penumpang menuju ruang tunggu keberangkatan di Bandara Internasional Yogyakarta, Senin (6/2/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Angkasa Pura (AP) I berhasil meraih peringkat AA (idn) dengan outlook positif dari lembaga pemeringkat kredit internasional, Fitch Ratings. Peringkat tersebut menunjukkan tingkat risiko gagal bayar perusahaan berada di posisi sangat rendah dan pemulihan kinerja perusahaan akan berlanjut seiring aktivitas ekonomi yang semakin normal dan aktivitas pariwisata yang lebih tinggi.

“Keberhasilan AP I dalam meningkatkan kinerja perusahaan merupakan hasil dari implementasi inisiatif transformasi perusahaan yang telah digaungkan sejak tahun lalu,” kata Direktur Utama AP I Faik Fahmi dalam pernyataan tertulisnya, Jumat (7/7/2023).

Baca Juga

Fitch Ratings melihat progres tersebut sehingga posisi peringkat kredit AP I yang bergerak ke poin AA (idn). Ini berarti profil finansial perusahaan menjadi lebih kuat ke depannya.

Pada 2022, AP I melayani 52,3 juta penumpang. Angka tersebut meningkat drastis jika dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya melayani 28,5 juta penumpang.

Faik mengungkapkan, kenaikan jumlah penumpang tersebut pun kemudian terefleksi pada kinerja keuangan perusahaan. “Pendapatan aero tahun lalu meningkat lebih dari dua kali lipat menjadi Rp 3,3 triliun yang akhirnya meningkatkan pendapatan perusahaan 86 persen menjadi Rp 6 triliun,” kata Faik.

Pada kuartal I 2023, AP I juga membukukan laba bersih yang meningkat 120 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu atau sebesar Rp 147 miliar. Pencapaian tersebut didukung oleh kontribusi tingginya trafik penumpang sebesar 15,3 juta penumpang atau telah mencapai recovery rate sebesar 81npersen dibandingkan dengan periode yang sama sebelum pandemi pada 2019 sebesar 18,9 juta penumpang.

Faik memastikan, AP I berkomitmen untuk menerapkan transformasi bisnis perusahaan secara menyeluruh demi mencapai target perusahaan pada 2023. Transformasi bisnis dibentuk berdasarkan visi yang diterapkan, yakni Connecting the World Beyond Airport Operator with Indonesian Experience.

“Upaya ini diharapkan dapat meningkatkan kinerja dan menciptakan bisnis ke depan yang berkelanjutan bagi AP I,” kata Faik.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement