Rabu 05 Jul 2023 09:10 WIB

Menunggu Data Ekonomi, IHSG Diprediksi Bearish

IHSG diproyeksikan akan melanjutkan pelemahan pada Rabu (5/7/2023).

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ahmad Fikri Noor
Karyawan mengamati pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI).
Foto: Republika/Prayogi.
Karyawan mengamati pergerakan saham di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksi akan melanjutkan pelemahan pada Rabu (5/7/2023). Di perdagangan kemarin, IHSG ditutup melemah sebesar 0,22 persen. 

"IHSG hari ini diprediksi bearish dengan support di level 6.620 dan resistance di level 6.740," tulis Phillip Sekuritas Indonesia dalam risetnya.

Baca Juga

Indeks saham di Asia pagi ini dibuka melemah. Sedangkan indeks saham di Eropa (Stoxx 600) ditutup naik tipis. Adapun bursa saham di Amerika Serikat (AS) tutup karena merayakan libur nasional Hari Kemerdekaan.

Investor mengambil sikap hati-hati menjelang rilis sejumlah data ekonomi dan awal musim laporan keuangan kuartal II 2023. Dari Asia, investor mengantisipasi rilis data Services PMI dan Composite PMI di Jepang, Cina, India, dan Australia. Data inflasi Juni Thailand dan Filipina juga akan dirilis hari ini.

Dari Eropa, investor menantikan rilis data Services PMI dan Composite PMI di zona Euro, Jerman dan Inggris. Selain itu, ada juga rilis data inflasi di tingkat produsen atau Producer Price Index (PPI) zona Euro. Dari AS, investor menantikan rilis FOMC Minutes pada Juni lalu. 

"Puncak perhatian investor akan tertuju pada rilis data tenaga kerja AS atau Non-Farm Payrolls (NFP) untuk Juni pada Jumat yang akan datang. Data NFP ini diyakini investor akan memberi petunjuk mengenai arah kebijakan moneter di AS," tulis riset.

Dari sisi makroekonomi, investor semalam mencerna rilis data Neraca Perdagangan Jerman yang surplus menipis menjadi 14,4 miliar euro di Mei dari 16,6 miliar euro pada bulan sebelumnya dan lebih rendah dari ekspektasi pasar yang sebesar 17,5 miliar euro.

Ini adalah surplus Neraca Perdagangan terkecil sejak Desember 2022 karena ekspor secara tak terduga menyusut 0,1 persen secara bulanan sementara Impor justru tumbuh 1,7 persen untuk pertama kali dalam tiga bulan terakhir.

Phillip Sekuritas Indonesia merekomendasikan sejumlah saham untuk ditransaksikan hari ini:

MAPI

Short Term Trend : Bullish

Medium Term Trend : Bullish

Trading Buy : 1715

Target Price 1 : 1845

Target Price 2 : 1905

Stop Loss : 1590

 

PANR

Short Term Trend : Bullish

Medium Term Trend : Bullish

Trading Buy : 785

Target Price 1 : 835

Target Price 2 : 865

Stop Loss : 735

 

ASRI

Short Term Trend : Bullish

Medium Term Trend : Bullish

Trading Buy : 181

Target Price 1 : 188

Target Price 2 : 192

Stop Loss : 174

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement