Selasa 27 Jun 2023 15:56 WIB

Saham PTBA ARB Dua Hari Beruntun, Jebakan Dividen?

PTBA akan membagikan dividen 100 persen dari laba.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ahmad Fikri Noor
Alat berat merapikan tumpukan batu bara di area pengumpulan dermaga PT Bukit Asam Tbk di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (4/1/2022).
Foto: Antara/Nova Wahyudi
Alat berat merapikan tumpukan batu bara di area pengumpulan dermaga PT Bukit Asam Tbk di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (4/1/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Saham PT Bukit Asam Tbk (PTBA) langsung berguguran setelah jadwal pembayaran dividen melewati periode cum date. Cum date adalah hari terakhir investor tercatat agar bisa mendapatkan dividen. 

Seperti diketahui, PTBA akan membagikan dividen sebesar Rp 12,6 triliun atau 100 persen dari laba bersih perseroan 2022. Setiap pemegang saham berhak menerima dividen hingga Rp 1.094 per lembar saham. 

Baca Juga

Jadwal cum date emiten batu bara pelat merah ini telah berlangsung pada 23 Juni lalu. Artinya, investor yang membeli saham melebihi tanggal tersebut tidak berhak mendapatkan dividen dari hasil kinerja tahun buku 2022. 

Setelah melewati jadwal cum date tersebut, saham PTBA pun langsung mencapai batas auto rejection bawah (ARB). Senin (26/6/2023) lalu, saham PTBA anjlok 14,86 persen. Penurunan berlanjut pada hari ini, Selasa (27/7/2023), dengan penurunan 14,92 persen. 

Akibat penurunan tajam itu, tidak sedikit investor yang mengalami jebakan dividen alias terjebak setelah mencapai masa ex-date. Sebagai informasi, PTBA telah mencapai masa ex-date pada Senin (26/6/2023) lalu. Pada periode tersebut, investor yang baru membeli saham PTBA tidak berhak menerima dividen. 

Analis Kanaka Hita Solvera Andhika Cipta Labora, menilai wajar apabila saham yang membagikan dividen akan mengalami penurunan. Menurut Andhika, saham PTBA akan turun sesuai dengan imbal hasil atau yield ketika terjadinya cum date

Namun, Andhika memproyeksikan, penurunan saham PTBA akan terbatas setelah dua kali menyentuh ARB. "Dengan ARB-nya PTBA selama dua hari perdagangan secara berturut-turut, seharusnya penurunan PTBA sudah terbatas," kata Andhika kepada Republika.co.id, Selasa (27/6/2023). 

Menyikapi penurunan saham PTBA ini, Andhika menyarankan hold bagi investor yang memiliki tujuan jangka panjang. Di sisi lain, investor harus tetap melakukan pengecekan secara berkala laporan keuangan PTBA. 

Senior Equity Researcher DBS Group William Simadiputra melihat pembagian dividen hanya akan menjadi sentimen jangka pendek bagi saham emiten batu bara. Emiten batu bara yang mendiversifikasi usahanya ke energi hijau, termasuk PTBA, memiliki prospek yang positif dalam jangka panjang. 

"Memang kontribusi transisi energi yang dilakukan emiten batu bara belum kelihatan di kinerja keuangan baik pendapatan maupun net profit, kalau sudah menghasilkan mungkin bisa mengubah sentimen," kata William.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement