Selasa 20 Jun 2023 12:22 WIB

BI: Digitalisasi Bank Sentral Dukung Pemulihan Ekonomi

Layanan L/C tersebut berperan penting dalam perdagangan internasional.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ahmad Fikri Noor
Tangkapan layar Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni P Joewono.
Foto: Dok. Republika
Tangkapan layar Deputi Gubernur Bank Indonesia Doni P Joewono.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bank Indonesia (BI) memastikan layanan digitalisasi kebanksentralan mendukung pemulihan ekonomi. Layanan itu di antaranya penatausahaan rekening giro, layanan subregistry dan penatausahaan SBN, layanan penatausahaan ULN pemerintah, dan layanan Letter of Credit (L/C) untuk pemerintah dan stakeholders strategis.  

“Digitalisasi telah diimplementasikan dalam setiap proses bisnis layanan kebanksentralan BI,” kata Deputi Gubernur BI Doni P Joewono dalam pernyataan tertulisnya, Selasa (20/6/2023).

Baca Juga

Dia menjelaskan, layanan L/C tersebut berperan penting dalam perdagangan internasional yang mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah dinamika global. Digitalisasi dalam proses pengelolaan L/C menjadi salah satu upaya efisiensi dalam proses perdagangan dan keuangan internasional.

“Digitalisasi layanan juga terwujud dalam proses perizinan di Bank Indonesia melalui implementasi e-licensing,” ucap Doni.

Pada layanan L/C, Doni memastikan digitalisasi dilakukan pada proses penerbitan, amandemen serta pembatalan L/C melalui aplikasi layanan Bank Indonesia (CBS).  Terdapat pula otomasi pada proses pelaporan dan advis bagi pengajuan L/C Pemerintah termasuk pada proses tracking progres pengajuan L/C.

Dalam upaya meningkatkan layanan perizinan, Doni mengatakan, BI menyediakan layanan perizinan terpadu (satu pintu) melalui e-licensing untuk memperlancar kemudahan berbisnis sektor keuangan sehingga berkontribusi positif bagi pemulihan ekonomi. Pengajuan layanan perizinan tersebut dapat diakses melalui bi.go.id/elicensing.

“BI turut mendukung transformasi layanan perizinan terpadu berbasis digital melalui sinergi erat bersama Kementerian/Lembaga terkait diantaranya bersama Kementerian Keuangan dan Lembaga National Single Window (LNSW) untuk digitalisasi tata niaga ekspor impor (termasuk pembawaan Uang Kertas Asing), fitur kepabeanan hingga Pelaporan Devisa Hasil Ekspor, serta mitra strategis lainnya seperti OJK, BKPM dan asosiasi terkait,” jelas Doni.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement