Kamis 15 Jun 2023 16:31 WIB

Meski Berat, Antam Dukung Pelarangan Ekspor Bauksit

Pelarangan ekspor akan berdampak positif untuk Indonesia dan Antam.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Friska Yolandha
Direktur Utama Antam Nicolas Kanter (kedua dari kiri), Direktur Pengembangan Usaha Antam I Dewa Bagus Wirantayai (kedua dari kanan), dan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Elisabeth Siahaan (kiri) saat RUPST Antam tahun buku 2022 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (15/6/2023).
Foto: Republika/Muhammad Nursyamsi
Direktur Utama Antam Nicolas Kanter (kedua dari kiri), Direktur Pengembangan Usaha Antam I Dewa Bagus Wirantayai (kedua dari kanan), dan Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Elisabeth Siahaan (kiri) saat RUPST Antam tahun buku 2022 di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (15/6/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Direktur Utama PT Aneka Tambang (Antam) Nicolas Kanter mengatakan perusahaan mendukung kebijakan pelarangan ekspor bauksit, meski akan berdampak pada kinerja Antam. Niko mencontohkan kebijakan larangan nikel dengan adanya beberapa pengecualian yang membuat kebijakan itu tidak bisa diterapkan secara holistik.

"Dampaknya terlambatnya perkembangan smelter-smelter, khususnya buat Antam sendiri. Oleh karena itu, kami akan mendukung sepenuhnya kebijakan yang digariskan oleh Kementerian ESDM," ujar Niko dalam RUPST Antam di Hotel Borobudur, Jakarta, Kamis (15/6/2023).

Baca Juga

Meski terdapat dampak jangka pendek, Niko melihat pelarangan ekspor akan berdampak positif untuk Indonesia dan Antam untuk jangka panjang. Antam, lanjut Niko, telah menyiapkan sejumlah alternatif seperti kerja dengan Aluminum Corporation of China Ltd (Chalco).

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Antam Elisabeth Siahaan menyampaikan pelarangan ekspor bauksit tidak akan berdampak signifikan bagi pendapatan perusahaan pada 2023. Elisabeth mengatakan kontribusi bauksit selama ini masih relatif kecil dari sisi pendapatan yakni di bawah tiga persen. Elisabeth menyebut emas, nikel, dan feronikel masih menjadi kontributor utama bagi pendapatan perusahaan.

"Dengan demikian ini merupakan komoditi masa depan tapi pada saat ini tidak ekspor tidak terlalu berpengaruh terhadap kinerja perusahaan secara menyeluruh di 2023," ucap Elisabeth. 

(Antam melakukan langkah antisipatif terkait....)

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement