Rabu 14 Jun 2023 23:13 WIB

Situasi Dunia Semakin Sulit, Jokowi Sebut 96 Negara Jadi Pasien IMF

Padahal 1998, hanya ada kurang dari 10 negara yang menjadi ‘pasien’ IMF.

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Lida Puspaningtyas
 Gedung Markas Besar Dana Moneter Internasional (IMF) pada Pertemuan Tahunan IMF dan Kelompok Bank Dunia (WBG) 2022 di Washington, DC, AS, 10 Oktober 2022. Pertemuan berlangsung dari 10 Oktober hingga 16 Oktober.
Foto: EPA-EFE/SHAWN THEW
Gedung Markas Besar Dana Moneter Internasional (IMF) pada Pertemuan Tahunan IMF dan Kelompok Bank Dunia (WBG) 2022 di Washington, DC, AS, 10 Oktober 2022. Pertemuan berlangsung dari 10 Oktober hingga 16 Oktober.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyampaikan, situasi di dunia saat ini semakin sulit. Akibatnya, sebanyak 96 negara pun kini sudah menjadi pasien Dana Moneter Internasional (IMF). Hal ini disampaikannya setelah bertemu Direktur Pelaksana IMF Kristalina Georgieva saat menghadiri pertemuan G7 di Hiroshima, Jepang.

“Kita tahu situasi global tidak mendukung, situasi ekonomi dunia juga tidak mendukung, saat di Jepang di Hiroshima di G7 kemarin saya bertemu dengan Managing Director-nya IMF Kristalina Georgieva, beliau menyampaikan yang menjadi pasien IMF sekarang ini sudah 96 negara,” kata Jokowi di peresmian pembukaan rakornas pengawasan intern pemerintah tahun 2023, Jakarta, Rabu (14/6/2023).

Baca Juga

Padahal, lanjut Jokowi, pada 1998 hanya ada kurang dari 10 negara yang menjadi ‘pasien’ IMF. Namun kini jumlah tersebut semakin banyak akibat semakin sulitnya situasi global saat ini.

“Dulu (tahun) 98 ada berapa sih? 10 aja nggak ada, sudah geger semuanya. 96 negara menunjukan bahwa situasi dunia sekarang ini betul-betul pada situasi yang sangat sulit,” ujarnya.

Tak hanya itu, Jokowi juga mengatakan situasi di Eropa dalam dua pekan terakhir ini secara teknis sudah masuk ke dalam resesi. Karena itu, ia menegaskan agar setiap anggaran yang dibelanjakan baik di APBN, APBD, maupun BUMN harus produktif dan menghasilkan secara konkret.

“Karena memang cari uangnya sangat sulit, baik itu lewat pajak, PNBP, royalty, dividen, tidak mudah. Sekarang ini tidak mudah,” kata Jokowi.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement