Sabtu 27 May 2023 19:22 WIB

Biofarma-Smesco Indonesia Kolaborasi Tingkatkan Produk Herbal UMKM

Indonesia memiliki 33 ribu spesies bahan obat herbal.

Warga merawat tanaman di Taman Obat Keluarga (TOGA) Bijeh Ban Keumang yang dikelola Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Lambhuk, Banda Aceh, Aceh, Ahad (30/1/2022). Pada taman obat keluarga tersebut ditanam berbagai jenis tanaman obat-obatan herbal yang diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit.
Foto: ANTARA/Irwansyah Putra
Warga merawat tanaman di Taman Obat Keluarga (TOGA) Bijeh Ban Keumang yang dikelola Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Desa Lambhuk, Banda Aceh, Aceh, Ahad (30/1/2022). Pada taman obat keluarga tersebut ditanam berbagai jenis tanaman obat-obatan herbal yang diyakini dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Biofarma Group melalui anak usahanya

PT Indofarma TBK (INAF) melakukan kerja sama dengan Smesco Indonesia terkait pengembangan produk herbal dari pelaku UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah).

Direktur Utama Indofarma Agus Heru Darjono melalui keterangan resminya di Makassar, Sabtu mengatakan bahwa Indofarma dengan fasilitas pengolahan herbal yang mumpuni sangat siap menjadi sentra dari supply chain herbal nasional, terutama untuk meningkatkan kualitas UMKM yang bergerak di bidang herbal.

"Kerja sama ini memberikan peluang bagi UMKM untuk memanfaatkan keahlian dan teknologi yang dimiliki Indofarma dalam mengembangkan produk herbal yang berkualitas, seperti melalui proses pengecekan bahan baku dan proses manufaktur yang baik," ucapnya.

Selain itu, sebagai tanggungjawab sosial, Indofarma juga akan memberikan pelatihan dan konsultasi bagi UMKM untuk meningkatkan kualitas dan sertifikasi produk, hingga dapat memenuhi standar nasional maupun internasional

Dengan demikian, kerja sama ini diharapkan dapat meningkatkan daya saing produk UMKM di Indonesia, terutama dalam hal penggunaan bahan-bahan herbal yang teruji kualitas dan keamanannya.

Direktur Utama Smesco Indonesia Leonard Theosabrata menyampaikan bahwa aksesibilitas UMKM herbal saat ini sangat minim akses terhadap high level manufacture.

"Saya yakini bahwa keberadaan Indofarma dapat menjembatani kesenjangan tersebut. Sedangkan Smesco akan membantu dalam pengembangan dan pemasaran produk herbal UMKM melalui akses pasar dan jaringan distribusinya yang luas," ujar Leonard.

Dalam kesempatan terpisah, Direktur Utama Holding BUMN Farmasi Honesti Basyir menyampaikan bahwa Indonesia memiliki sumber daya alam yang berpotensi menjadi bahan obat herbal yang pemanfaatannya masih belum maksimal.

"Menurut data dari LIPI, Indonesia memiliki 33 ribu spesies bahan obat yang berpotensi menjadi bahan obat herbal, namun saat ini pemanfaatannya masih belum maksimal," katanya.

Biofarma Group melalui Indofarma siap membantu UMKM Indonesia di bidang herbal agar dapat menghasilkan obat herbal yang bermutu dan dapat bersaing di dunia global sehingga selain dapat meningkatkan kesejahteraan para UMKM bidang herbal, juga dapat memenuhi kebutuhan masyarakat akan obat herbal yang berkualitas.

Melalui kerja sama ini, UMKM di Indonesia akan semakin mampu berkompetisi secara global, dengan produk herbal yang berkualitas dan teruji keamanannya. Selain itu, dapat meningkatkan kesehatan masyarakat Indonesia melalui penggunaan produk herbal berkualitas dari UMKM lokal.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement