Selasa 09 May 2023 16:18 WIB

Pembagian Laba dari PT Freeport, Pemprov Papua: Kami Menunggu

Laba PTFI 2021-2022 ke Papua dibantu pihak terkait, jika tidak Papua tak terima.

Pekerja memeriksa proses pengolahan biji tambang untuk memisahkan mineral berharga dari pengotornya (Sellplotasi) PT Freeport Indonesia, Tembagapura, Mimika, Papua. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) setempat menyebutkan terkait dengan informasi mengenai pembagian laba bersih dari PT Freeport masih menunggu petunjuk pusat.
Foto: Musiron/Republika
Pekerja memeriksa proses pengolahan biji tambang untuk memisahkan mineral berharga dari pengotornya (Sellplotasi) PT Freeport Indonesia, Tembagapura, Mimika, Papua. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) setempat menyebutkan terkait dengan informasi mengenai pembagian laba bersih dari PT Freeport masih menunggu petunjuk pusat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua melalui Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) setempat menyebutkan terkait dengan informasi mengenai pembagian laba bersih dari PT Freeport masih menunggu petunjuk pusat. Sebab Papua telah dibagi menjadi tiga daerah otonomi baru (DOB).

Kepala Bappenda Papua Setiyo Wahyudi, di Jayapura, Selasa (9/5/2023), mengatakan, besaran nilainya belum diketahui secara pasti. "Berdasarkan informasi kami masih menerima, tapi belum tahu angkanya, karena bukan seperti pajak. Itu semua utuh urusan PT Freeport dan pemerintah pusat," kata dia.

Baca Juga

Menurut Setiyo, pembagian laba bersih dari PT Freeport ini diatur dalam Undang-Undang Mineral dan Batu Bara. Dengan begitu, laba bersih yang diterima masuk dalam kelompok pendapatan asli daerah (PAD).

"Laba bersih ini diatur Undang-Undang Mineral dan Batu Bara. Tetapi itu bukan ranah kami, melainkan pusat. Kami sifatnya hanya menunggu saja," ujarnya.

 

Setiyo menjelaskan sebelumnya Pemprov Papua telah menerima laba bersih dari PT Freeport senilai Rp 724 miliar. Dana laba bersih itu untuk dua tahun yakni 2021 dan 2020. Nilai laba bersih dua tahun ini digabung lalu disetor ke kas daerah Provinsi Papua.

"Kami terima tidak banyak, cuma Rp 724 miliar," kata Setiyo.

Dia menambahkan penerimaan pembagian hasil laba tersebut karena dibantu pihak terkait, kalau tidak Pemprov Papua tidak terima apa-apa.

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement