Kamis 04 May 2023 07:46 WIB

Potensi dari Industri Furnitur Indonesia

Nilai ekspor industri furnitur nasional menembus 2,5 miliar dolar AS.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Lida Puspaningtyas
Pekerja menyelesaikan produksi furnitur di Rangkapan Jaya, Depok, Jawa Barat, Senin (26/9/2022). Indonesia berpotensi besar dalam industri furniture. Nilai ekspor industri furnitur nasional menembus 2,5 miliar dolar AS.
Foto: ANTARA/Asprilla Dwi Adha
Pekerja menyelesaikan produksi furnitur di Rangkapan Jaya, Depok, Jawa Barat, Senin (26/9/2022). Indonesia berpotensi besar dalam industri furniture. Nilai ekspor industri furnitur nasional menembus 2,5 miliar dolar AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berupaya menyediakan Sumber Daya Manusia (SDM) terampil bagi industri furnitur. Itu dilakukan demi meningkatkan produktivitas dan daya saing industri furnitur di Tanah Air.

Kemenperin menjelaskan, industri furnitur merupakan salah satu kelompok manufaktur yang tergolong padat karya dan berorientasi ekspor. Karakteristik tersebut menjadikan industri furnitur sebagai kontributor signifikan bagi pertumbuhan ekonomi nasional.

Baca Juga

Sepanjang 2022, Lalu utilisasinya sebesar 74,16 persen. Adapun total penyerapan tenaga kerjanya sebanyak 143 ribu orang dari 1.114 perusahaan.

Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Kemenperin Masrokhan mengatakan, penyediaan SDM tersebut melalui salah satu unit pendidikan vokasi yang dimiliki Kemenperin, yakni Politeknik Industri Furniture dan Pengolahan Kayu (Polifurneka) di Kendal, Jawa Tengah. Polifurneka memiliki tiga program studi di jenjang Diploma III yaitu Teknik Produksi Furnitur, Desain Furnitur, dan Manajemen Bisnis Industri Furnitur.

“Tujuan pendirian politeknik ini juga mendorong peningkatan investasi di sektor industri melalui penyediaan tenaga kerja industri lokal yang kompeten di bidang furnitur, memberdayakan SDM di wilayah Semarang-Kendal, sekaligus pusat inovasi dan penelitian serta pengembangan industri furnitur dan pengolahan kayu,” tutur Masrokhan dalam keterangan resmi, Rabu (3/5/2023).

Polifurneka juga bekerja sama dengan berbagai unit pendidikan lain. Di antaranya Politeknik Negeri Malang, Universitas Tidar, Universitas Diponegoro, Universitas Podomoro, Politeknik Negeri Jember, Universitas Negeri Semarang, Politeknik Elektronika Negeri Surabaya, Universitas Gadjah Mada, Bern University of Applied Science SWISS, Universiti Tun Hussein Onn Malaysia, dan Polytechnic of Singapore.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement