Senin 01 May 2023 12:45 WIB

Wamendag Pastikan Jaga Stabilitas Stok dan Harga Bapok Usai Lebaran

Harga bapok secara umum sesuai harapan pemerintah, yakni pasokan aman dan stabil.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Lida Puspaningtyas
Pekerja menimbang bahan pokok saat pasar murah di Halaman Disperindag Yogyakarta, Selasa (11/4/2023). Pasar murah bahan pokok ini digelar selama dua hari Selasa serta Rabu untuk mengendalikan harga saat Ramadhan dan jelang Lebaran. Sebanyak 45 ton bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, tepung, serta bawang disiapkan untuk pasar murah ini. Harga bahan pokok ini lebih murah dari pasar karena harga jual disubsidi pemerintah Rp 2 ribu perkilogram.
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Pekerja menimbang bahan pokok saat pasar murah di Halaman Disperindag Yogyakarta, Selasa (11/4/2023). Pasar murah bahan pokok ini digelar selama dua hari Selasa serta Rabu untuk mengendalikan harga saat Ramadhan dan jelang Lebaran. Sebanyak 45 ton bahan pokok seperti beras, gula, minyak goreng, tepung, serta bawang disiapkan untuk pasar murah ini. Harga bahan pokok ini lebih murah dari pasar karena harga jual disubsidi pemerintah Rp 2 ribu perkilogram.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga memastikan pemerintah akan menjaga ketersediaan stok dan stabilitas harga bahan pokok (bapok) usai lebaran. Pemerintah akan tetap menjaga dan memantau rantai pasok bahan pokok agar mampu dijangkau masyarakat.

"Menjelang dan pasca-Idulfitri, Kementerian Perdagangan terus memastikan stabilitas harga dan kelancaran ketersediaan bapok. Berdasarkan hasil pantauan dan komunikasi dengan para pedagang di Pasar Bahu, harga bapok secara umum sesuai harapan pemerintah, yakni pasokan aman dan harga stabil," kata Jerry lewat siaran persnya, Senin (1/5/2023).

Di Pasar Bahu Manado, per 30 April 2023, terpantau harga beras premium Rp 13 ribu hingga Rp 14 ribu per kg, gula pasir Rp 15 ribu per kg, minyak goreng curah Rp 17 ribu per liter, migor kemasan premium Rp 20.000 hingga Rp 21 ribu per liter, dan Minyakita Rp 14 ribu per liter. Sementara telur ayam ras Rp 26 ribu per kg, cabai rawit merah Rp 40 ribu per kg, cabai merah keriting Rp 35 ribu hingga Rp 40 ribu kg, bawang merah Rp 45 ribu hingga Rp 50 ribu per kg, dan bawang putih honan Rp 40 ribu per kg. Selanjutnya tepung terigu Rp 13.500 per kg.

Jerry melanjutkan, pemerintah telah mengeluarkan kebijakan menjelang Ramadan dan Idulfitri untuk menambah pasokan Minyakita secara nasional. Pasokan menjadi 450 ribu ton per bulan dari sebelumnya 300 ribu ton per bulan. Kementerian Perdagangan berkomitmen akan terus melakukan pemantauan atas ketersediaan dan kelancaran pasokan Minyakita di tingkat distributor dan agen.

“Kami akan menjaga komunikasi dan koordinasi dengan pemerintah daerah agar bapok, khususnya Minyakita di distributor, sesuai dengan ketentuan pemerintah. Dengan demikian, pedagang dapat menjual Minyakita dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah, yaitu Rp 14 ribu per liter kepada masyarakat,” pungkas Jerry.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement