Rabu 19 Apr 2023 15:04 WIB

H-3 Lebaran, Bapanas Pastikan Harga Pangan Masih Stabil

Komoditas pangan favorit yang paling banyak diburu masyarakat yaitu beras.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Lida Puspaningtyas
Petugas menunjukkan paket bahan pokok saat operasi pasar murah bersubsidi di Taman Dewi Sartika, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/4/2023). Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan subsidi berupa paket sembako dengan harga Rp85.500 bagi 8.000 warga di Kota Bandung guna membantu meringankan beban masyarakat jelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H.
Foto: ABDAN SYAKURA/REPUBLIKA
Petugas menunjukkan paket bahan pokok saat operasi pasar murah bersubsidi di Taman Dewi Sartika, Jalan Wastukencana, Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (13/4/2023). Pemerintah Provinsi Jawa Barat memberikan subsidi berupa paket sembako dengan harga Rp85.500 bagi 8.000 warga di Kota Bandung guna membantu meringankan beban masyarakat jelang Hari Raya Idul Fitri 1444 H.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Jelang perayaan Idulfitri 1444 Hijriah, Badan Pangan Nasional/National Food Agency (NFA) intensifkan pemantauan stabilitas pangan di berbagai daerah.

Kepala NFA Arief Prasetyo Adi mengatakan, dari berbagai laporan yang diterima sesuai hasil pemantauan ketersediaan pangan, stok pangan nasional relatif aman. Terkait sebarannya, NFA terus mengupayakan pemerataan logistik pangan antar wilayah.

Baca Juga

"Fasilitasi distribusi pangan terus kami lakukan agar stok pangan terdistribusi merata di seluruh daerah," ujar Arief dalam keterangan persnya, (19/4/2023).

Lebih lanjut Arief menjelaskan kondisi dinamika harga pangan pada momentum Lebaran 2023 terpantau cukup stabil, tidak ada kenaikan harga pangan yang signifikan. Kendati demikian, NFA bersama Dinas Pangan Daerah terus melakukan pemantauan dan monitoring harga pangan secara real time.

 

Dari data Panel Harga Pangan Tingkat Konsumen per tanggal 17 April 2023 harga rata-rata nasional bawang merah Rp 34.726/kg, bawang putih Rp 32.006/kg, cabai merah keriting Rp 39.207/kg, cabai rawit merah Rp 44.498/kg, daging sapi Rp 138.297/kg, daging ayam ras Rp 34.928/kg, telur ayam ras Rp 28.904/kg, gula konsumsi Rp 14.415/kg, minyak goreng curah Rp 15.096/l, dan beras medium Rp 11.967/kg.

"Dinamika harga pangan terpantau stabil, hanya saja beras yang harganya belum turun, dan ini terus kita upayakan untuk menjaga harga di tingkat produsen, pelaku usaha, serta konsumen," imbuhnya.

Sementara itu terkait fluktuasi harga pangan spesifik komoditas yang ada di sejumlah daerah, NFA telah bekerja sama dengan Pemerintah Daerah, BUMN Pangan, serta pelaku usaha untuk menyelenggarakan Gerakan Pangan Murah (GPM) sebagai alternatif bagi masyarakat untuk berbelanja kebutuhan pangannya.

Sebagaimana diketahui pada periode Idulfitri tahun ini NFA telah menyelenggarakan sebanyak 144 kali GPM di berbagai daerah. Selanjutnya jelang Idulfitri 2023 masih akan dilaksanakan lebih dari 308 GPM di 115 kabupaten/kota. Dari sejumlah daerah pelaksana GPM tercatat pelaksanaan GPM terbanyak akan dilaksanakan oleh Kota Bandung 24 kali, Kota Pekanbaru 23 kali, dan Kota Bandar Lampung 19 kali.

"Gerakan Pangan Murah di berbagai daerah terus kami gencarkan dengan harapan dapat menjaga fluktuasi harga pangan," ungkapnya.

Dari kegiatan tersebut komoditas pangan favorit yang paling banyak diburu masyarakat yaitu beras, minyak goreng, dan gula. Beras SPHP tersedia dengan harga maksimal Rp 9.450 per kg (zona 1), Minyakita Rp 14 ribu per liter, dan gula pasir Rp 13 ribu per kg.

Rangkaian upaya tersebut selaras dengan instruksi Presiden Joko Widodo yaitu agar seluruh elemen bangsa bersinergi menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan serta pengendalian inflasi.

Dengan berbagai upaya tersebut diharapkan momentum perayaan Idulfitri dapat berlangsung dengan lancar serta dapat dinikmati oleh seluruh lapisan masyarakat.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement