Senin 17 Apr 2023 14:14 WIB

Impor Barang Modal Picu Kenaikan Impor Maret 2023

BPS mencatat nilai impor Indonesia pada Maret 2023 mencapai 20,59 miliar dolar AS.

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Friska Yolandha
Pekerja beraktivitas di dekat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (10/11/2022). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada Maret 2023 mencapai 20,59 miliar dolar AS.
Foto: Republika/Putra M. Akbar
Pekerja beraktivitas di dekat peti kemas di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Kamis (10/11/2022). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada Maret 2023 mencapai 20,59 miliar dolar AS.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat nilai impor Indonesia pada Maret 2023 mencapai 20,59 miliar dolar AS. Deputi Bidang Metodologi dan Informasi Statistik BPS, Imam Machdi mengatakan angka tersebut menunjukan peningkatan 29,33 persen dibandingkan Februari 2023.

“Kenaikan impor tersebut utamanya disebabkan oleh kenaikan impor barang modal sebesar 34,45 persen,” kata Imam dalam konferensi pers, Senin (17/4/2023).

Baca Juga

Meskipun begitu, Imam menuturkan nilai impor Indonesia pada Maret 2023 secara tahunan terjadi penurunan. Dia mengatakan nilai impor Indonesia pada Maret 2023 turun 6,29 persen dibandingkan periode yang sama pada 2022.

Imam merinci, impor migas Maret 2023 senilai 3,02 miliar dolar AS atau naik 25,28 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara itu, nilai impor migas tersebut turun 13,67 persen jika dibandingkan Maret 2022.

“Dalam tiga tahun terakhir pertumbuhan impor bulan Maret selalu naik karena ada kenaikan impor non migas sebesar 30,05 persen pada Maret 2023 terhadap bulan sebelumnya karena ada peran beberapa komoditas,” jelas Imam.

Peningkatan impor golongan barang nonmigas terbesar Maret 2023 dibandingkan Februari 2023 adalah mesin atau perlengkapan elektrik dan bagiannya sebesar 582,9 juta dolar AS atau 29,45 persen. Sedangkan penurunan terbesar adalah serealia senilai 87,6 juta dolar AS atau 19,47 persen. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement