Kamis 13 Apr 2023 17:27 WIB

IHSG Ditutup Melemah Tertekan Sentimen Resesi

IHSG terkoreksi sebesar 13 poin atau 0,20 persen ke level 6.785,59.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Friska Yolandha
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (2/1/2023). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang perdagangan hari ini, Kamis (13/4/2023) ditutup melemah.
Foto: Republika/Prayogi
Karyawan mengamati pergerakan harga saham di Profindo Sekuritas Indonesia, Jakarta, Senin (2/1/2023). Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang perdagangan hari ini, Kamis (13/4/2023) ditutup melemah.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) sepanjang perdagangan hari ini, Kamis (13/4/2023) ditutup melemah. IHSG terkoreksi sebesar 13 poin atau 0,20 persen ke level 6.785,59.

Sektor barang baku mengalami pelemahan terdalam dan diikuti energi, konsumen primer, transportasi & logistik, properti & real estate dan keuangan. Total nilai transaksi yang diperdagangkan sebesar Rp 9,58 triliun.

Baca Juga

"IHSG melanjutkan tren pelemahan pascakembali menguatnya potensi resesi pada akhir tahun ini," kata Pilarmas Investindo Sekuritas dalam risetnya, Kamis (13/4/2023).

Hal tersebut dikonfirmasi oleh salah satu pejabat The Fed. Krisis perbankan global menjadi salah satu tanda adanya potensi resesi tersebut, di samping yield curve yang telah terjadi tahun lalu. 

Inflasi yang melanjutkan penurunan dan meningkatnya risiko resesi, The Fed berpotensi tidak akan menaikkan suku bunga dalam FOMC bulan depan. Pilarmas memandang tren perlambatan ekonomi global masih akan berlangsung dalam jangka pendek hingga menengah yang juga dilengkapi dengan adanya potensi resesi. 

Di samping itu, Pilarmas juga melihat risiko penyebaran virus terbaru akibat paparan virus influenza. Hal ini menambah kekhawatiran di tengah, kasus harian covid-19 di dalam negeri kembali mengalami tren kenaikan. 

Sepanjang hari ini Indeks LQ45 bergerak menguat. Saham–saham yang mendominasi penguatan diantaranya BBRI, TLKM, TOWR, BBCA, dan BRPT. Sedangkan saham–saham yang mendominasi penurunan diantaranya GOTO, AMRT, BMRI, ESSA, dan UNVR.     

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement