Ahad 02 Apr 2023 05:25 WIB

Kebijakan Impor Beras dan Kerbau, Mendag: Tanya Bulog, Kami Support Aja

Pemerintah merencanakan impor daging sapi dan kerbau sebesar 200 ribu ton.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Lida Puspaningtyas
Gula impor dari Thailand 2.000 ton datang untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi jelang idul fitri, Sabtu (1/4/2023).
Foto: Republika/Intan Pratiwi
Gula impor dari Thailand 2.000 ton datang untuk memenuhi kebutuhan gula konsumsi jelang idul fitri, Sabtu (1/4/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan enggan memberikan penjelasan terkait progres perizinan dan proses impor beras dan kerbau yang akan dilakukan pemerintah untuk menjaga stok jelang lebaran. Kata dia, seluruh kuasa impor ada di Bulog.

"Tanya sama bulog aja, itu di bulog. Kami kan supporting aja," ujar Zulhas saat ditemui di Jatinegara, Sabtu (1/4/2023).

Baca Juga

Padahal, rencana impor komoditas pangan baik daging kerau, beras dan gula lampu hijaunya berada di Kementerian Perdagangan. Pemerintah merencanakan impor daging sapi dan kerbau sebesar 200 ribu ton untuk mengamankan pasokan jelang idul fitri.

Tak hanya itu, pemerintah juga mengimpor Gula Kristal Putih (GKP) sebanyak 991 ribu ton pada tahun ini. Sedangkan untuk beras, terakhir stok beras di Bulog hanya sampai 220 ribu ton saja di tengah kebutuhan nasional sebesar 2,5 juta ton.

Meski sebentar lagi masa panen tiba dan produksi nasional diperkirakan mencapai 1,3 juta ton, namun pemerintah tetap membuka peluang impor beras ini.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement