Ahad 26 Mar 2023 16:13 WIB

Harga Telur Ayam Ras Terpantau Turun, Harga Cabai Masih Meroket  

Harga telur ayam ras justru menunjukkan penurunan meski tidak signifikan.

Rep: Dea Alvi Soraya/ Red: Ahmad Fikri Noor
Wali Kota Bandung Yana Mulyana bersama Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Elly Wasliah berbincang dengan pedagang telur saat monitoring harga bahan pokok di Pasar Baru, Rabu (15/3/2023).
Foto: Edi Yusuf/Republika
Wali Kota Bandung Yana Mulyana bersama Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Bandung Elly Wasliah berbincang dengan pedagang telur saat monitoring harga bahan pokok di Pasar Baru, Rabu (15/3/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Berbeda dengan harga cabai yang terus menunjukkan kenaikan, harga telur ayam ras justru menunjukkan penurunan meski tidak signifikan. Turunnya harga telur ayam ras ini menjadi yang pertama dalam sepekan terakhir di Kota Bandung, Jawa Barat. Sebelumnya, harga telur ayam ras betah bertengger di angka Rp 31 ribu per kilogram, kini turun Rp 500 per kilogram. 

Meski begitu, jika dibandingkan dengan wilayah-wilayah lain di Jawa Barat, harga telur ayam ras terpantau tidak mengalami perubahan. Bahkan, di Cirebon justru mengalami kenaikan, dari Rp 30.500 per kilogram menjadi Rp 31.500 per kilogram. Penurunan harga di Cirebon, justru terlihat pada harga daging ayam ras, dari Rp 32.250 per kilogram menjadi Rp 31.750. Harga daging ayam ras juga terpantau turun di Tasikmalaya, dari Rp 33.500 per kilogram menjadi Rp 32.000. 

Baca Juga

Sementara di Kota Bandung, harga daging ayam ras masih betah berada di kisaran Rp 35.000 hingga Rp 36.500 per kilogram. Perubahan harga juga tidak tampak di sejumlah wilayah lain di Jawa Barat, seperti Tasikmalaya, Bekasi, Bogor, Depok, dan Sukabumi. Sedangkan harga cabai merah besar terpantau naik di sejumlah wilayah di Jawa Barat, seperti Kota Bekasi, rata-rata naik Rp 1.250 per kilogram. Di Pasar Pondok Gede, kenaikan terpantau cukup signifikan, dari Rp 52.500 menjadi Rp 55.000 per kilogram.

Kenaikan drastis juga terjadi di Bogor, dengan rata-rata kenaikan mencapai Rp 7.750 per kilogram, dari Rp 41.750 menjadi Rp 49.500 per kilogram. Di Pasar Anyar Bogor, kenaikan ini menjadi yang pertama dalam beberapa hari belakangan, sebelumnya Rp 45.500 per kilogram kini menjadi Rp 55.500, begitu juga di Pasar Warung Jambu 2 yang semula berkisar di harga Rp 38.000 kini menjadi Rp 43.500 per kilogram. 

 

Sementara wilayah lain seperti Kota Bandung, Cirebon, Tasikmalaya, dan Sukabumi tidak menunjukkan perubahan harga yang signifikan, bahkan cenderung stabil. Di Tasikmalaya, justru terlihat adanya penurunan signifikan pada harga cabai rawit merah, sebelumnya berkisar di harga Rp 91.250 per kilogram, kini turun menjadi Rp 81.250. Bahkan, harga cabai rawit merah di Pasar Pancasila terpantau merosot menjadi Rp 75.000 perkilogram, dari harga Rp 95.000. 

Sejauh ini, harga tertinggi cabai rawit merah masih diraih Kota Bandung, dengan kisaran harga Rp 100.000 hingga Rp 75.000 per kilogram, disusul Kota Depok dengan kisaran harga Rp 95.000 hingga 87.500 per kilogram. Bogor menempati posisi ketiga dengan Rp 92.500 hingga Rp 82.500 per kilogram, dan Cirebon dengan Rp 90.000 per kilogram. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement