Jumat 24 Mar 2023 21:05 WIB

BNI Genjot Pertumbuhan Kredit Ekspor

BNI proaktif memperkuat penyaluran kredit berorientasi ekspor melalui BNI Xpora.

BNI merupakan bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditugaskan tidak hanya untuk memperkuat UMKM. Namun, juga mendorong dan mendukung mereka untuk dapat memanfaatkan potensi pasar global.
Foto: Dok. BNI
BNI merupakan bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditugaskan tidak hanya untuk memperkuat UMKM. Namun, juga mendorong dan mendukung mereka untuk dapat memanfaatkan potensi pasar global.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI proaktif memperkuat penyaluran kredit berorientasi ekspor melalui BNI Xpora yang ditujukan untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk meningkatkan kapasitas bisnis. Adapun, portofolio kredit berorientasi ekspor pada UMKM dan Komersial mencapai Rp26,7 triliun, tumbuh 39,7 persen secara tahunan pada tahun 2022.

Direktur Utama BNI Royke Tumilaar mengungkapkan, BNI merupakan bank Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditugaskan tidak hanya untuk memperkuat UMKM. Namun, juga mendorong dan mendukung mereka untuk dapat memanfaatkan potensi pasar global.

Baca Juga

Selama ini BNI pun aktif mendukung peningkatan akses pembiayaan bagi UMKM dari kota hingga desa, dari sawah hingga hutan bahkan hingga tingkat global. Salah satunya melalui cluster financing yang disesuaikan dengan potensi bisnis masing-masing daerah.

"Tentunya tahun ini upaya untuk memperkuat ekspor akan terus kami lanjutkan. Kami harap hal ini dapat membantu upaya pemerintah untuk melanjutkan tren positif pertumbuhan ekonomi di periode transisi Endemi ," ujarnya, dalam keterangan tertulis, Jumat (24/3/2023).

Royke menyebutkan, fokus pembiayaan kluster BNI saat ini adalah pada sektor pertanian di mana pertumbuhan debitur yang dibiayai pada sektor ini rata-rata di atas 10 persen. Dalam rangka memperkuat UMKM ke pasar global, BNI pun telah melakukan beberapa program di antaranya meningkatkan kapabilitas Sumber Daya Manusia (SDM) pemroses kredit melalui pelatihan tematik yang disesuaikan dengan potensi daerah.

Selain itu, mendorong integrasi hulu ke hilir untuk menciptakan ekosistem pembiayaan khususnya di sektor pertanian, seperti kerja sama dengan Holding Company Pupuk Indonesia (Pupuk Indonesia) untuk memastikan ketersediaan pupuk, dengan startup pertanian untuk mendukung pengolahan budi daya yang lebih modern. Kemudian, juga bekerja sama dengan perusahaan offtaker untuk memperluas akses pasar.

“Juga memperluas inklusi keuangan melalui keberadaan Agen46 sebagai perpanjangan dari outlet BNI untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas,” katanya.

Di samping itu, BNI juga menyediakan business matching dan perkenalan antara pemasok dalam negeri dan pembeli di luar negeri, memanfaatkan koneksi Cabang Luar Negeri dan Diaspora dengan 116 acara business matching yang diadakan hingga saat ini. Di sisi lain, BNI melakukan lebih dari 40 pelatihan dan sosialisasi Xpora baik kepada internal BNI maupun kepada UMKM untuk memperkuat pengetahuan dan keterampilan pegawai dan UMKM.

“BNI terus aktif dalam upaya mendorong UMKM berkembang dan go global sebagai komitmen BNI untuk menjadi agent of development pemerintah,” pungkasnya.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement