Kamis 23 Mar 2023 05:36 WIB

Harga Emas Terkerek 8,50 Dolar AS Jelang Hasil Pertemuan FOMC

The Fed tetap pada komitmennya mengembalikan inflasi ke level 2,0 persen.

Emas batangan (ilustrasi). Harga emas terangkat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), menjelang keputusan suku bunga pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), berbalik menguat dari aksi ambil untung sehari sebelumnya setelah emas diperdagangkan pada level teknis tinggi baru-baru ini.
Foto: Antara/Muhammad Adimaja
Emas batangan (ilustrasi). Harga emas terangkat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), menjelang keputusan suku bunga pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), berbalik menguat dari aksi ambil untung sehari sebelumnya setelah emas diperdagangkan pada level teknis tinggi baru-baru ini.

REPUBLIKA.CO.ID, CHICAGO -- Harga emas terangkat pada akhir perdagangan Rabu (Kamis pagi WIB), menjelang keputusan suku bunga pertemuan Komite Pasar Terbuka Federal (FOMC), berbalik menguat dari aksi ambil untung sehari sebelumnya setelah emas diperdagangkan pada level teknis tinggi baru-baru ini.

Kontrak emas paling aktif untuk pengiriman April di divisi Comex New York Exchange, terkerek 8,50 dolar AS atau 0,44 persen menjadi ditutup pada 1.949,60 dolar AS per ounce, setelah diperdagangkan menyentuh level tertinggi sesi di 1.970,00 dolar AS dan terendah di 1.936,50 dolar AS.

Baca Juga

Emas berjangka jatuh 41,70 dolar AS atau 2,10 persen menjadi 1.941,10 dolar AS pada Selasa (21/3/2023), setelah naik 9,30 dolar AS atau 0,47 persen menjadi 1.982,80 dolar AS pada Senin (20/3/2023), dan melonjak 50,50 dolar AS atau 2,63 persen menjadi 1.973,50 dolar AS pada Jumat (17/3/2023).

Tak lama setelah lantai perdagangan emas ditutup, pertemuan FOMC berakhir, dan Federal Reserve mengumumkan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar seperempat persentase poin ke kisaran 4,75-5,00 persen, mengisyaratkan satu kenaikan suku bunga lagi tahun ini.

Federal Reserve mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa "beberapa penguatan kebijakan tambahan mungkin tepat" untuk membawa inflasi kembali ke target 2,0 persen. Tapi bank sentral tidak memproyeksikan penurunan suku bunga tahun ini.

"Inflasi tetap terlalu tinggi, dan pasar tenaga kerja terus menjadi sangat ketat," kata Powell.

"Rekan-rekan saya dan saya memahami kesulitan yang disebabkan oleh inflasi tinggi, dan kami tetap berkomitmen kuat untuk menurunkan inflasi ke target kami 2,0 persen. Stabilitas harga adalah tanggung jawab Federal Reserve. Tanpa stabilitas harga, ekonomi tidak bekerja untuk siapa pun."

Powell juga mengatakan, sistem keuangan AS tetap mengkhawatirkan meski menyebut industri keuangan secara keseluruhan "sehat dan tangguh". Beberapa analis melihat itu sebagai dukungan lebih lanjut untuk posisi emas sebagai tempat berlindung yang aman.

Emas berjangka naik dalam perdagangan elektronik setelah keputusan kenaikan suku bunga oleh Federal Reserve. Pembuat kebijakan Fed akan bertemu lagi pada awal Mei.

Logam mulia lainnya, perak untuk pengiriman Mei meningkat 36,10 sen atau 1,61 persen, menjadi ditutup pada 22,786 dolar AS per ounce. Platinum untuk pengiriman April bertambah 10,30 dolar AS atau 1,05 persen, menjadi menetap pada 987 dolar AS per ounce.

 

sumber : ANTARA
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement