Jumat 10 Mar 2023 15:04 WIB

Meski Laba Naik, Saham PTPP Bergerak Lesu

PT PP (Persero) (PTPP) membukukan laba bersih senilai Rp 271,69 miliar selama 2022.

Presiden Komisaris PTPP Andi Gani Nena Wea melakukan kunjungan kerja ke tiga lokasi proyek yang berada di Jakarta dan Tangerang.
Foto: Istimewa
Presiden Komisaris PTPP Andi Gani Nena Wea melakukan kunjungan kerja ke tiga lokasi proyek yang berada di Jakarta dan Tangerang.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Emiten konstruksi BUMN PT PP (Persero) (PTPP) membukukan laba bersih senilai Rp 271,69 miliar selama 2022, atau meningkat 2,15 persen year on year (yoy) dari sebelumnya sebesar Rp 265,97 miliar pada periode sama 2021.

Melansir keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Jumat (10/3/2023), laba perseroan ditopang oleh pendapatan usaha yang mencapai Rp 18,92 triliun atau naik 12,88 persen (yoy) dari sebelumnya Rp 16,76 triliun pada periode sama 2021.

Baca Juga

Beban pokok pendapatan hingga akhir 2022 tercatat Rp 16,24 triliun atau meningkat 11,38 persen, dari sebelumnya Rp 14,58 triliun pada periode sama 2021. PTPP mencatatkan liabilitas sebesar Rp 42,79 triliun hingga akhir 2022, atau naik dari sebelumnya sebesar Rp 41,24 triliun pada periode sama 2021.

Sedangkan, ekuitas tercatat sebesar Rp 14,82 triliun hingga akhir 2022, atau meningkat dari akhir 2021 sebesar Rp 14,33 triliun. Dengan demikian, perseroan mencatatkan aset senilai Rp 57,61 triliun hingga akhir 2022, atau naik dari akhir 2021 sebesar Rp 55,57 triliun.

Adapun, anak usaha PP di sektor properti, PT PP Properti Tbk (PPRO) mencatatkan laba bersih yang turun 2,04 persen (yoy) menjadi Rp 19,94 miliar, dengan pendapatan naik 97,65 persen menjadi Rp 1,7 triliun pada 2022 dari sebelumnya sebesar Rp 862,46 miliar tahun sebelumnya.

Hingga penutupan perdagangan sesi I Jumat (10/3/2023), saham PTPP tercatat turun 0,82 persen ke posisi Rp 605, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 486, nilai transaksi Rp 1,94 miliar dan volume perdagangan 3,2 miliar lembar saham.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement