Kamis 16 Feb 2023 15:35 WIB

Mentan SYL Pastikan Food Estate Kalteng Berkembang

Produktivitas padi di Kalteng ditargetkan capai lima ton per hektare.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat meninjau food estate di Kalimantan Tengah, Kamis (16/2/2023).
Foto: Dok. Humas Kementan
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) saat meninjau food estate di Kalimantan Tengah, Kamis (16/2/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, KALTENG -- Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memastikan program food estate di Kalimantan Tengah berjalan dengan baik. Di sana, para petani, Rata-rata mampu memproduksi padi hingga menghasilkan 4 sampai 5 ton per ha. Menurut SYL, produksi sebanyak itu cukup memuaskan mengingat hampir semua lahan food estate di Kalteng merupakan garapan yang baru berjalan 5 tahun.

"Food estate ini terus kita kerjakan dengan upaya yang sangat maksimal. Tentu kita berharap memang produktivitasnya tidak dibawah tiga ton. Alhamdulillah sekarang ini rata-rata sudah di atas tiga, empat ton per ha. Bahkan laporan bupati ada yang di atas lima ton," ujar SYL saat meninjau kawasan food estate Kalimantan Tengah, Kamis (16/2/2023).

Baca Juga

Padahal, kata SYL, kalau dari pengalaman transmigrasi, perkembangan sektor pertanian di lahan baru bisa memakan waktu lima, tujuh, sampai 10 tahun. Namun di Kalteng, penanaman lima tahun sudah menghasilkan. Percepatan ini tak lepas dari kolaborasi dan sinergitas semua pihak dalam menguatkan produksi.

"Sekali lagi menangani food estate di Kalimantan ini tidak semudah membalikan  telapak tangan. Disini membutuhkan faktor kolaborasi, kerjasama dan team yang kuat untuk menghadapi berbagai tantangan. Termasuk perubahan cuaca," katanya.

photo
Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) memastikan program food estate di Kalimantan Tengah berjalan dengan baik. - (Dok. Humas Kementan)
 
Sejauh ini, kata SYL, luas lahan penanaman padi di Kalimantan Tengah sudah mencapai 62 ribu ha yang terbagi di dua kabupaten. Masing-masing kabupaten Pulang Pisau dan Kabupaten Kapuas.

"Dari 62 ribu ha itu, 47 ribu ha di antarannya sudah bisa berjalan dengan baik. Arrtinya kita tinggal meningkatkan produktivitasnya saja," katanya.

Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Edy Pratowo menyampaikan terimakasih atas perhatian Kementan dalam menjaga dan mengembangkan lahan food estate di wilayahnya. Dia mengatakan, sejauh ini keberadaan food estate mampu memberi dampak terhadap ekonomi masyarakat sekitar.

"Food estate ini bisa memberi dampak terhadap ekonomi masyarakat setempat maupun pembangunan nasional," katanya.

Bupati Kapuas, Ben Brahim S Bahat, mengaku optimistis Kalimantan Tengah menjadi sentranya padi terbesar setelah pulau Jawa. Hal ini dikatakan Ben saat mendampingi Mentan SYL dalam meninjau perkembangan food estate di sana.

"Pertama yang perlu diketahui adalah food estate ini terdiri dari blok A, B, C dan D. nah di blok B dan C itu produksinya sudah bagus atau sudah berhasil karena dari dulu diolah. Dan hasilnya bisa 5 ton per ha karena kita olah dengan baik," jelasnya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement