Selasa 14 Feb 2023 15:59 WIB

Rupiah Meningkat Seiring Pasar Tunggu Laporan IHK AS

Rupiah ditutup menguat ke posisi Rp 15.167 per dolar AS.

Karyawan menghitung uang dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (29/9/2022). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (14/2/2023) meningkat seiring pasar menunggu laporan indeks harga konsumen (IHK) Amerika Serikat (AS).
Foto: Prayogi/Republika.
Karyawan menghitung uang dolar AS di salah satu gerai penukaran mata uang asing di Jakarta, Kamis (29/9/2022). Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (14/2/2023) meningkat seiring pasar menunggu laporan indeks harga konsumen (IHK) Amerika Serikat (AS).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Selasa (14/2/2023) meningkat seiring pasar menunggu laporan indeks harga konsumen (IHK) Amerika Serikat (AS). Kurs rupiah pada Selasa ditutup menguat 38 poin atau 0,25 persen ke posisi Rp 15.167 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp 15.205 per dolar AS.

"Untuk saat ini market (pasar) masih menanti pengumuman consumer price index (IHK) AS yang diproyeksikan kembali menurun," kata Analis ICDX Revandra Aritama saat dihubungi di Jakarta, Selasa.

Baca Juga

Revandra menuturkan jika IHK turun, maka hal itu akan memberikan sentimen positif bagi ekonomi AS. Meskipun begitu, pasar masih menantikan pengaruh penurunan IHK terhadap kebijakan Bank Sentral AS atau The Fed. Hal tersebut memberikan tekanan pada dolar AS.

Jika inflasi masih tinggi tentu kekhawatirannya pada stance (sikap kebijakan) The Fed yang berpotensi untuk kembali agresif dalam kebijakan moneternya seperti tahun lalu, namun proyeksi umumnya IHK AS menurun.

"Seberapa besar penurunannya akan memberikan pengaruh juga terhadap laju kenaikan suku bunga AS," ujarnya.

Jika penurunan inflasi tidak signifikan, kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga lebih cepat dari rencana sebelumnya.

Pasar melihat data IHK AS untuk petunjuk lebih lanjut tentang prospek kebijakan The Fed, dengan angka headline atau inflasi inti diperkirakan naik 0,5 persen pada Januari, menurut jajak pendapat Reuters, setelah jatuh 0,1 persen pada Desember.

Ekspektasi pasar adalah bahwa The Fed akan terus menaikkan suku bunga, mendorong suku bunga di atas 5 persen dalam beberapa bulan mendatang, kemudian mempertahankannya hingga setidaknya tahun 2024. Beberapa, bahkan bertaruh bahwa suku bunga dapat bergerak lebih tinggi hingga 6 persen atau lebih.

Rupiah pada Selasa pagi dibuka naik ke posisi Rp 15.184 per dolar AS. Sepanjang hari rupiah bergerak di kisaran Rp 15.155 per dolar AS hingga Rp 15.199 per dolar AS.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Selasa menguat ke posisi Rp 15.168 per dolar AS dibandingkan posisi sebelumnya Rp 15.216 per dolar AS.

 

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement