Senin 13 Feb 2023 16:25 WIB

Wamenkeu Minta PLN Bertransformasi Guna Hadapi Ketidakpastian Global

Pimpinan di perusahaan milik negara itu harus bisa memetakan risiko.

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Ahmad Fikri Noor
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengikuti rapat pleno dengan Badan Legislasi DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/8/2022). Suahasil Nazara meminta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus melakukan transformasi dalam menghadapi risiko ketidakpastian global.
Foto: ANTARA/Galih Pradipta
Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara mengikuti rapat pleno dengan Badan Legislasi DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/8/2022). Suahasil Nazara meminta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus melakukan transformasi dalam menghadapi risiko ketidakpastian global.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara meminta PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) terus melakukan transformasi dalam menghadapi risiko ketidakpastian global. Menurutnya, pimpinan di perusahaan milik negara itu harus bisa memetakan dan mengidentifikasi risiko dan pergerakan di tingkat dunia yang tidak bisa dihindari.

Leader harus bisa berpikir apa yang dibutuhkan oleh Republik ini dan part of that is the inevitable, tidak bisa dihindari bagi PLN. Yang dibutuhkan oleh Republik ini yaitu keluar dari masa pandemi menuju pemulihan," ujar Suahasil dalam seminar Leaders Talk PT PLN Series 2023 yang dipantau secara virtual, Senin (13/2/2023).

Baca Juga

Ia menyampaikan, Indonesia kini menghadapi risiko berbeda. Risikonya yakni ketidakpastian di tingkat dunia. Maka, dirinya menekankan kepada seluruh pimpinan PLN agar memahami berbagai sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan. Hilirisasi sumber daya alam dinilai menjadi sumber pertumbuhan ekonomi Indonesia yang utama ke depan.

“Tidak bisa Republik kita ini maju atau keluar dari middle income trap, menciptakan pertumbuhan baru dan pendapatan per kapita lebih tinggi, tidak bisa tanpa manufaktur. Pasti harus manufaktur," tegasnya.

 

Dengan begitu, lanjut Suahasil, pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan harus dari hilirisasi sumber daya alam. "Itu yang kita punya. Ambil sumber daya alamnya, proses lebih lanjut di dalam negeri,” tutur Wamenkeu.

Ketika melakukan hilirisasi, ia meminta agar turut memikirkan penggunaan produk dalam negeri. Bukan hanya sekedar Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), sehingga hilirisasi dapat menciptakan berbagai rantai produksi yang bisa mengikutsertakan Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Ia melanjutkan, digitalisasi menjadi fenomena yang tidak terhindarkan. Digitalisasi berlangsung di dalam ekonomi, cara bekerja, hingga tata kelola. Selain itu, pimpinan PLN juga diharapkan memiliki kesiapan mindset mengenai transisi menuju ekonomi hijau.

“Transisi menuju ekonomi hijau mesti ditata. Saya pastikan teman-teman PLN akan kena imbas yang luar biasa, kalau kita sudah tahu ini adalah inevitable, tidak bisa dihindari, PLN menyusun sendiri transformasinya dari sekarang. Susun semua yang inevitable. Itu tugasnya leader,” kata dia. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement