Ahad 12 Feb 2023 17:55 WIB

Bio Farma Tanam 600 Bibit Mangrove di Pesisir Pantai Karawang

Bio Farma memiliki komitmen yang kuat dalam melestarikan lingkungan.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Fuji Pratiwi
Menanam mangrove (ilustrasi). Induk Holding BUMN Farmasi, Bio Farma, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bekerja sama dengan Forum CSR Tenant Indotaisei menanaman mangrove di Pesisir Pantai di Desa Muarabaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso
Menanam mangrove (ilustrasi). Induk Holding BUMN Farmasi, Bio Farma, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bekerja sama dengan Forum CSR Tenant Indotaisei menanaman mangrove di Pesisir Pantai di Desa Muarabaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Induk Holding BUMN Farmasi, Bio Farma, melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) bekerja sama dengan Forum CSR Tenant Indotaisei menanaman mangrove di Pesisir Pantai di Desa Muarabaru, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

Dalam penanaman mangrove kali ini, Bio Farma menyumbang 600 bibit mangrove Rhizophora. Bio Farma juga merupakan satu-satunya BUMN yang terlibat dalam kegiatan penanaman mangrove di Pesisir Pantai Karawang.

Baca Juga

Menurut Direktur Utama Holding BUMN Farmasi, Honesti Basyir, Bio Farma memiliki komitmen yang kuat dalam melestarikan lingkungan. Kegiatan penanaman mangrove ini, sebagai bentuk kepedulian terhadap pelestarian lingkungan.

"Ini bukan kali pertama bagi Bio Farma, sebelumnya Bio Farma juga terus aktif dan berkomitmen dalam mendukung pelestarian lingkungan salah satunya dalam rangka peringatan Hari Lahan Basah Sedunia yang jatuh setiap bulan Februari," ujar Honesti, Ahad (12/2/2023).

Bio Farma, kata dia, telah melakukan penanaman 2.000 pohon keras di Gunung Masigit Kareumbi dengan tujuan memperbaiki fungsi hutan dan membantu air agar terserap ke dalam tanah.

Menurut Ketua Forum CSR Tenant Indotaisei, Syaipul Alamsyah, pemilihan Muarabaru sebagai lokasi penanaman mangrove, karena kekhawatiran dengan sudah banyaknya contoh pesisir di wilayah lain yang sudah mengalami abrasi. Penanaman mengrove ini diharapkan dapat mencegah terjadinya abrasi yang mengancam masyarakat yang tinggal di kawasan pesisir pantai.

Selain bekerja sama dengan perusahaan dan pemerintah daerah setempat, forum CSR Tenant Indotaisei juga bekerja sama dengan komunitas lingkungan yaitu Cipta Pesona Desa dalam mengadakan kegiatan penanaman mangrove. 

Sedangkan menurut Ketua komunitas Cipta Pesona Desa, Ahmad Fatoni, tujuan penanaman tersebut untuk mengembalikan kondisi lingkungan yang lebih ramah terhadap masyarakat. "Karena sudah kita ketahui cuaca pasang ekstrem sudah sering terjadi di Indonesia, dan juga kami berharap dengan penanaman pohon mangrove ini dapat mengembalikan ekosistem yang sekarang sudah mulai menurun," kata Fatoni.

Kepala Divisi TJSL, Tjut Vina mengatakan, Bio Farma melalui Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) dan sebagai BUMN akan terus berupaya dan berkomitmen untuk mendukung pelestarian dan peningkatan ekonomi penduduk sekitar. Salah satu tujuan penanaman mangrove ini, kata dia, adalah untuk melindungi garis pantai dari abrasi atau pengikisan, tumbuhan Mangrove ini juga merupakan salah satu jenis tumbuhan yang memiliki akar kokoh yang dapat meredam gelombang besar termasuk tsunami. 

"Oleh karena itu, manfaat penanaman mangrove sangat penting sekali untuk mencegah efek dari terjadinya bencana alam," kata Tjut Vina.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement