Jumat 10 Feb 2023 19:18 WIB

PP Tuntaskan Proyek Pembangunan Pabrik Pupuk NPK Pupuk Iskandar Muda

Pabrik Pupuk NPK Iskandar Muda merupakan proyek strategis nasional Pemerintah

Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian Pabrik Pupuk NPK Pupuk Iskandar Muda (PIM) yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe, Aceh, Jumat (10/2/2023).
Foto: Dok Republika
Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) mendampingi Presiden Joko Widodo meresmikan pengoperasian Pabrik Pupuk NPK Pupuk Iskandar Muda (PIM) yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe, Aceh, Jumat (10/2/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PP (Persero) Tbk menuntaskan pembangunan konstruksi pabrik NPK PIM yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun Lhokseumawe Provinsi Aceh. Proyek pembangunan pabrik pupuk tersebut diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo pada Jumat (10/2/2023).

Dalam peresmian ini, Presiden Joko Widodo didampingi oleh Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Sekretaris Negara Pratikno, Wakil Menteri BUMN 1 Pahala Nugraha Mansury, Pj Gubernur Aceh Achmad Marzuki, Pj Walikota Lhokseumawe Imran, Pj Bupati Aceh Utara Azwardi, Direktur Utama PTPP Novel Arsyad, Direktur Operasi Bidang EPC Eddy Herman Harun, dan jajaran pejabat pemerintahan dan pejabat lainnya. 

Pabrik Pupuk Nitrogen, Phosphat, dan Kalium (NPK) milik PT Pupuk Iskandar Muda ini merupakan salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) yang dicanangkan oleh Pemerintah. Pembangunan pabrik pupuk NPK menggunakan metode Chemical Reaction yang memiliki kapasitas 500.000 metric ton per year (MTPY).

Proyek pembangunan pabrik NPK ini dikerjakan sejak Maret 2019 dan mulai beroperasi pada bulan Januari 2023. Adapun lingkup pekerjaan Engineering Procurement Construction Commissioning (EPCC) yang dilakukan oleh PP antara lain pekerjaan sipil, pekerjaan mekanikal, pekerjaan perpipaan, pekerjaan elektrikal, dan instrument.

PP berperan sebagai main kontraktor EPC yang dipercaya dan ditunjuk oleh pemilik proyek untuk membangun dan mengerjakan proyek tersebut mulai dari proses desain pabrik sampai dengan dihasilkannya produk pupuk NPK dari pabrik tersebut. Pelaksanaan pembangunan pabrik pupuk NPK murni dikerjakan oleh para Engineer dan tenaga kerja nasional tanpa adanya campur tangan dari pihak asing.

Pembangunan pabrik pupuk NPK berhasil mengoptimalkan penggunaan produk dalam negeri dengan menyumbang TKDN sebesar 85,30 persen. Selain itu, pabrik pupuk NPK telah menggunakan teknologi terbaru dalam proses pengantongan atau pengepakan dengan menggunakan automatic bagging dan palletizing.

Melalui teknologi terbaru yang terdiri dari dua automatic bagging dan dua unit semi auto bagging dapat menghasilkan kapasitas produksi pengepakan pupuk sebanyak 1.200 kantong per hari. Kehadiran pabrik NPK PIM memiliki multiplier effect yang luas baik melalui penyerapan tenaga kerja maupun aktivitas perekonomian lainnya dimana pabrik ini dapat menyerap tenaga kerja proyek sebanyak 1.189 orang dan 240 orang tenaga kerja pasca proyek atau pada saat beroperasional yang berasal dari lingkungan sekitar.

PP mengaku bangga berhasil menyelesaikan pembangunan proyek pabrik pupuk NPK PT Pupuk Iskandar Muda (NPK PIM) di tengah hantaman wabah pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan seluruh dunia, sehingga mengakibatkan lumpuh dan melemahnya kondisi perekonomian secara global.

Tantangan lainnya yang dihadapi PP dalam mengerjakan proyek tersebut yaitu terjadinya inlfasi secara global akibat pecahnya perang antara Rusia dan Ukraina yang mengakibatkan merangkak naiknya barang-barang produksi baik dari dalam maupun luar negeri.

Direktur Utama PP Novel Arsyad mengatakan dalam kondisi yang dipenuhi berbagai tantangan tersebut, PP tetap berkomitmen untuk menyelesaikan pembangunan pabrik pupuk NPK PIM. 

"Tidak hanya itu, PP juga tetap menghadirkan kualitas terbaik dan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia. Kehadiran pabrik NPK PIM di Aceh khususnya diharapkan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat sekitar Lhoksuemawe,” tuturnya dalam keterangan resminya, Jumat (10/2).

Ke depannya, PP akan terus bersinergi dengan Pemerintah dan perusahaan BUMN bersama membangun infrastruktur yang ada di Indonesia termasuk proyek-proyek EPC. PP juga akan selalu mengedepankan dan meningkatkan kualitas hasil pekerjaan dan tepat waktu dalam penyelesaian.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement