Jumat 10 Feb 2023 16:50 WIB

KEK Arun Kembangkan Klaster Industri Hijau

Jokowi bertandang ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe, Aceh.

Rep: Muhammad Nursyamsi/ Red: Ahmad Fikri Noor
Suasana pabrik Pupuk NPK Pupuk Iskandar Muda (PIM) yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe, Aceh, Jumat (10/2/2023).
Foto: Dok Republika
Suasana pabrik Pupuk NPK Pupuk Iskandar Muda (PIM) yang berlokasi di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe, Aceh, Jumat (10/2/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, LHOKSEUMAWE – Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertandang ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Lhokseumawe, Aceh. Saat kunjungan tersebut, Presiden meninjau pengembangan klaster industri hijau atau Green Industry Cluster (GIC) yang berada di dalam kawasan KEK Arun tersebut. 

Klaster industri hijau ini akan dikembangkan oleh holding BUMN Pupuk, PT Pupuk Indonesia (Persero) demi memperkuat ketahanan energi yang diusung Pemerintah. Langkah strategis itu juga sejalan dengan Visi Indonesia 2045, yang memang menghendaki keterlibatan pelaku industri, dalam hal ini PT Pupuk Indonesia (Persero) dan anak usahanya PT Pupuk Iskandar Muda (PIM).

Baca Juga

Jokowi mengatakan, kawasan industri seperti KEK Arun ini tergolong unik, karena dapat mendukung baik ketahanan pangan sekaligus memperkuat ketahanan energi. Di dalam kawasan tersebut dapat dibangun pabrik-pabrik pupuk, karena lokasinya berdekatan dengan sumber gas dan perairan internasional.

“Namun, pada saat yang sama akan dijadikan kawasan pengembangan energi bersih, salah satunya melalui pengembangan green dan blue ammonia yang merupakan energi masa depan karena tidak menghasilkan emisi karbon,” ujar Jokowi dalam keterangan tertulis di Jakarta, Jumat (10/2/2023).

 

Di KEK Arun tersebut akan dikembangkan industri blue dan green ammonia yang dikerjakan Pupuk Indonesia, peningkatan pusat distribusi LNG, LPG, dan Kondensat Hub Asia yang dijalankan Pertamina, lalu PLN akan melakukan penyediaan listrik energi terbarukan, dan Pelindo akan melakukan optimalisasi lahan pelabuhan. Kawasan industri ekonomi hijau ini juga berpotensi menjadi zona pengolahan produk biomethane yang melibatkan PTPN.

Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, untuk memperkuat ketahanan pangan dan ketahanan energi, KEK Arun Lhokseumawe tersebut akan dikembangkan pada area seluas 2.600 hektare sebagai Klaster Industri Hijau. Erick menyampaikan, klaster industri ini akan memproduksi energi bersih seperti biomethane, blue ammonia, green ammonia, serta menjadi hub LNG. Ini memungkinkan karena terdapat sumber bahan bakunya yaitu gas dari Blok Andaman. 

"Klaster Industri Hijau ini nantinya  akan berkontribusi dalam pencapaian komitmen net zero emission pada 2060," ucap Erick.

Untuk itu, kata Erick, di hadapan Presiden, konsorsium BUMN telah menandatangani Head of Agreement terkait penyertaan modal di PT Patriot Nusantara Aceh selaku pengelola KEK Arun Lhokseumawe menuju Kawasan Industri Hijau. Konsorsium BUMN ini beranggotakan Pupuk Indonesia, Pertamina, Pelindo, bersama PT Pembangunan Aceh.

“Kami percaya, semua langkah ini akan berkontribusi pada perekonomian Indonesia, termasuk memberikan manfaat bagi masyarakat Aceh,” ungkap Erick.

Sementara itu, Direktur Utama Pupuk Indonesia Bakir Pasaman mengatakan bahwa dukungan Pupuk Indonesia dalam pengembangan klaster industri hijau adalah dengan mengikutsertakan salah satu perusahaan anaknya, PT Pupuk Iskandar Muda (PIM). PIM akan tergabung dalam PT Pembangunan Aceh (PEMA) sebagai konsorsium BUMN pengembangan klaster industri hijau di Arun, Lhokseumawe.

“Pupuk Indonesia Grup siap mendukung program Pemerintah dalam mengembangkan klaster industri hijau di KEK Arun. Hal ini juga sejalan dengan Program Menteri BUMN dalam mewujudkan ketahanan energi sesuai Visi Indonesia 2045,” kata Bakir.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement