Jumat 10 Feb 2023 02:35 WIB

UI Kembangkan Alat Canggih untuk Uji Kehalalan Produk

FTUI mengembangkan alat MagLEAD 12gC untuk menjamin kehalalan produk makanan.

Gedung i-CELL Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI). FTUI melalui Unit Wirausaha dan Inovasi mengembangkan pengujian kehalalan makanan dan minuman dengan alat MagLEAD 12gC untuk menjamin kehalalan produk makanan melalui uji bahan yang terkandung di dalamnya.
Foto: istimewa
Gedung i-CELL Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI). FTUI melalui Unit Wirausaha dan Inovasi mengembangkan pengujian kehalalan makanan dan minuman dengan alat MagLEAD 12gC untuk menjamin kehalalan produk makanan melalui uji bahan yang terkandung di dalamnya.

REPUBLIKA.CO.ID, DEPOK -- Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) melalui Unit Wirausaha dan Inovasi mengembangkan pengujian kehalalan makanan dan minuman dengan alat MagLEAD 12gC untuk menjamin kehalalan produk makanan melalui uji bahan yang terkandung di dalamnya. Dekan FTUI Prof Heri Hermansyah mengatakan, MagLEAD 12gC dapat mengekstraksi asam nukleat (DNA) secara cepat, tepat, dan terjangkau. Alat ini mampu mengekstraksi asam nukleat dari sampel apa saja, termasuk mendeteksi keberadaan DNA babi.

Menurut dia, MagLEAD 12gC adalah hibah dari Precision System Science (PSS) Co Ltd, Jepang. Hibah ini merupakan tindak lanjut dari pengembangan kolaborasi dengan mitra industri Jepang yang dilaksanakan oleh delegasi FTUI pada November 2022.

Baca Juga

"Ke depannya, akan banyak potensi penelitian dengan memanfaatkan MagLEAD 12gC. FTUI juga berencana untuk mengembangkan pengujian kehalalan produk makanan dan minuman sebagai bagian dari program entrepreneurship keteknikan," katanya di Depok, Jawa Barat, Kamis (9/2/2023).

Magnetic bead extractions di dalam alat tersebut dapat menyediakan penyembuhan asam nukleat yang lebih efisien. Selain itu, reagent cartridges dan in-tip extractions dalam alat ini mampu meminimalisasi sampah plastik dan reagen serta mengurangi kontaminasi.

Instrumen MagLEAD 12gC berasal dari teknologi Magtration yang telah digunakan pada lebih dari 10 ribu instrumen di seluruh dunia. Menurut perwakilan dari Precision System Science (PSS) Co Ltd Hirao Yuki, alat ini dapat mengekstraksi asam nukleat dari sampel apa saja. DNA dan RNA bisa diekstraksi dalam waktu 30 menit dengan ekstraksi kimiawi baru yaitu MagDEA Dx.

Dengan metode amplifikasi, MagLEAD 12gC dapat memfasilitasi pengembangan inovasi PCR (Polymerse Chain Reaction), LAMP (Loop-mediated Isothermal Amplification), SmartAmp (Smart Amplification Process), NASBA (Nucleic Acid Sequence-based Amplification), dan RPA (Recombinase Polymerase Amplification) melalui proses ekstrasi DNA.

Setelah proses koordinasi dengan PSS Jepang dan PT ITS Science Indonesia, saat ini MagLEAD 12gC telah terpasang di Gedung i-CELL FTUI. Dengan adanya alat ini, diharapkan ke depannya Unit Wirausaha dan Inovasi FTUI bersama para peneliti di lingkungan FTUI dapat fokus pada pengembangan inovasi pengujian kehalalan makanan dan minuman.

Sementara itu, Kepala Unit Wirausaha dan Inovasi FTUI Muhammad Sahlan mengatakan dalam waktu dekat FTUI dapat bekerja sama dengan pihak industri yang tertarik untuk menguji kehalalan makanan dan minuman hasil produksinya.

sumber : Antara

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement