Kamis 26 Jan 2023 17:23 WIB

BPKH: Likuiditas Dana Haji Sudah Sesuai Ketentuan

Likuiditas dana haji wajib dijaga dua kali dari biaya pemberangkatan haji.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Lida Puspaningtyas
Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah memberikan keterangan kepada wartawan usai mengadakan pertemuan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (5/1/2023). Pertemuan tersebut membahas tentang pengawasan dana haji tahun 2023.
Foto: ANTARA/Rivan Awal Lingga
Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah memberikan keterangan kepada wartawan usai mengadakan pertemuan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (5/1/2023). Pertemuan tersebut membahas tentang pengawasan dana haji tahun 2023.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) mencatat, dana haji kelolaan per Desember 2022 sebesar Rp 167 triliun. Nilai ini meningkat dibandingkan 2021 yang sebesar Rp 159 triliun.

Kepala Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) Fadlul Imansyah menjelaskan, BPKH terus menjaga pengelolaan keuangan haji di mana likuiditas wajib dijaga dua kali dari biaya pemberangkatan haji. Dengan posisi keuangan tersebut, posisi keuangan haji berada dalam posisi aman.

Baca Juga

"Artinya, secara finansial, keuangan haji yang dikelola BPKH saat ini mencapai rasio likuditas yang telah ditentukan. Biaya pemberangkatan haji bisa dicover lebih dari dua kali diwajibkan," ujar Fadlul di RDP dengan Komisi VIII DPR RI, Kamis (26/1/2023).

Fadlul menjelaskan karena tidak adanya keberangkatan jamaah pada 2019 hingga 2020 karena pandemi, maka ada pertumbuhan aset mencapai Rp 20 triliun. Namun, karena pada 2022 ada asumsi keberangkatan haji dengan kuota 50 persen, maka total alokasi yang dijadikan nilai manfaat sebesar Rp 6 triliun.

"Artinya jika 2023, kuotanya menjadi kuota penuh 100 persen atau 200 ribuan calon jamaah haji, nilai manfaat yang harus disediakan Rp 12 triliun. Ini sudah aman dengan posisi likuiditas yang ada saat ini," ujar Fadlul.

Dengan sisa alokasi dana tersebut, Fadlul menjelaskan, sehingga pada 2024 saldo yang ada di BPKH relatif sudah berada di kisaran Rp 3 triliun. "Itu yang akan menjadi biaya yang harus dialokasikan di 2024," kata Fadlul.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement