Kamis 26 Jan 2023 09:27 WIB

Pengusaha Dukung Perluasan Kerja Sama Investasi Khususnya Program Hilirisasi

Investasi jadi kunci program dan target yang dicanangkan dapat berkembang dengan baik

World Economic Forum di Davos, Swiss. (ilustrasi).
Foto: AP Photo/Markus Schreiber
World Economic Forum di Davos, Swiss. (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seiring dengan program hilirisasi berorientasi pada energi dan industri ramah lingkungan yang sedang digencarkan pemerintah. Para pengusaha industri migas mendung upaya pemerintah melakukan perluasan kerja sama dengan berbagai negara terkait peningkatan investasi energi hijau.

Salah satunya disampaikan Direktur Utama PT Ceria Nugraha Indotama (CNI), Derian Sakmiwata, dalam siaran pers Rabu (25/1/2023) lalu. Derian mengatakan pihaknya mengapresiasi usaha pemerintah untuk terus mengupayakan peningkatan investasi dalam berbagai forum internasional, termasuk di World Economic Forum yang digelar di Davos, Swiss, 16-20 Januari 2023 kemarin.

Peningkatan investasi dilakukan dalam usaha meningkatkan program hilirisasi khususnya yang berorientasi pada energi ramah lingkungan. Di sini investasi jadi kunci agar program dan target yang dicanangkan pemerintah dapat berkembang dengan baik.

“Dukungan pemerintah sangat kami butuhkan agar kami pengusaha yang sudah melaksanakan program hilirisasi dengan memanfaatkan energi terbarukan terbantu dengan masuknya investor baru,” kata Derian.

Saat ini CNI menurut Derian, sedang mengembangkan mengembangkan total empat line Rotary Kiln Electric Furnace (RKEF) sebesar 72 MVA secara bertahap dengan total produksi per tahun sebesar 252 ribu ton feronikel di kadar 22 persen. Tahap pertama 1 line RKEF 72MVA ditargetkan rampung pada tahun 2024 mendatang.

CNI rencananya juga akan membangun pabrik High Pressure Acid Leach (HPAL) yang total produksinya mencapai 103 ribu ton Mixed Hydroxide Precipitate (MHP) pertahun dengan kandungan 39 persen nikel dan empat persen kobalt atau setara dengan 40 ribu metrik ton logam nikel dan 4.100 metrik ton cobalt. Ke depannya CNI akan meningkatkan kapasitas HPAL sehingga mencapai 300 ribu ton MHP (kandungan logam nikel sebanyak 120 ribu metrik ton).

CNI juga sedang melakukan studi kelayakan untuk pengolahan dan pemurnian lanjutan untuk mengolah FeNi dan MHP yg telah diproduksi menjadi produk nikel untuk bahan baku baterai. “Ceria terus berupaya mendukung program hilirisasi pemerintah dengan memanfaatkan energi ramah lingkungan sehingga hadirnya investor baru kami harapkan dapat mempercepat proses pembangunan dan peningkatan produksi sehingga kontribusi kami kepada negara juga meningkat,” kata Derian.

Seperti diketahui, pemerintah terus berupaya memperluas kerja sama dengan sejumlah negara dalam berbagai event internasional termasuk World Economic Forum 2023. Program hilirisasi khususnya hilirisasi sumber daya alam dengan memanfaatkan energi hijau terus didorong pemerintah. Ini guna mendapat multiplier effect tidak hanya bagi pendapatan negara tetapi juga penyerapan tenaga kerja. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement