Jumat 13 Jan 2023 11:46 WIB

Emas Antam Tembus Rp 1,04 Juta Lagi

Sedangkan, untuk buyback menjadi Rp 950 ribu per gram.

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Lida Puspaningtyas
Pegawai menunjukkan pajangan emas cetakan Antam PT Pegadaian (Persero) di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (22/9/2022). Berdasarkan laman resmi Pegadaian, emas cetakan Antam ukuran 1 gram per Kamis (22/9) dijual seharga Rp965 ribu atau turun Rp5 ribu dibanding sehari sebelumnya, sedangkan cetakan UBS dijual seharga Rp920 ribu atau turun Rp1.000 dari harga sebelumnya.
Foto: ANTARA/Basri Marzuki
Pegawai menunjukkan pajangan emas cetakan Antam PT Pegadaian (Persero) di Palu, Sulawesi Tengah, Kamis (22/9/2022). Berdasarkan laman resmi Pegadaian, emas cetakan Antam ukuran 1 gram per Kamis (22/9) dijual seharga Rp965 ribu atau turun Rp5 ribu dibanding sehari sebelumnya, sedangkan cetakan UBS dijual seharga Rp920 ribu atau turun Rp1.000 dari harga sebelumnya.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga emas melambung ke level tertinggi delapan bulan terakhir pada Kamis (12/1/2023). Kenaikan harga emas ini dipicu pelonggaran inflasi AS dan membuat The Fed menaikkan suku bunga yang relatif rendah.

Harga jual emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) berada di posisi Rp 1,04 juta per gram pada Jumat (13/1/2023). Harga ini, naik Rp 7.000 dari perdagangan sebelumnya. Sedangkan, untuk buyback menjadi Rp 950 ribu per gram.

Baca Juga

Ibrahim Assuaibi Direktur PT Laba Forexindo berjangka menjelaskan inflasi indeks harga konsumen AS yang dirilis Kamis (13/1), sesuai ekspektasi pasar di 5,6 persen dan ini menunjukkan inflasi semakin mereda pada Desember dari bulan sebelumnya, memerlukan langkah yang kurang hawkish dari Federal Reserve setelah kenaikan suku bunga yang cepat hingga 2022.

"Inflasi yang rendah di 6,5 persen di bulan Desember, harga emas akan melambung tinggi dan akan melompat ke 1.910 dolar AS per ounce," lanjutnya.

 

Tapi sementara logam kuning telah pulih tajam dari posisi terendah pada 2022, masih menghadapi lingkungan di mana suku bunga AS berada pada level tertinggi sejak krisis keuangan 2008. Hal ini, ditambah ketidakpastian di mana suku bunga AS akan mencapai puncaknya, diperkirakan membatasi kenaikan emas yang lebih besar dalam waktu dekat.

Sementara inflasi diperkirakan telah mereda pada bulan Desember, masih jauh di atas target tahunan Fed. Ini juga menimbulkan peringatan dari anggota Fed bahwa suku bunga bisa tetap lebih tinggi lebih lama, membuat pasar logam di bawah tekanan.

Di antara logam industri, harga tembaga sedikit lebih rendah pada hari Kamis, tetapi berada tepat di bawah level terkuatnya sejak pertengahan Juni. Logam merah naik hampir 10 persen sepanjang tahun ini di tengah meningkatnya optimisme atas pembukaan kembali ekonomi di importir utama China.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement