Senin 02 Jan 2023 11:37 WIB

Bersyukur Indeks Bursa Indonesia 2022 Naik, Jokowi: Negara Lain Anjlok!

Jokowi menyebut kapitalisasi bursa Indonesia bisa naik dua digit, yaitu 15 persen

Rep: Dessy Suciati Saputri/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Presiden Joko Widodo. Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersyukur kinerja indeks bursa saham Indonesia di 2022 mengalami kenaikan sebesar 4,1 persen dibandingkan negara-negara lainnya. Sementara negara lain justru mengalami penurunan yang sangat tajam.
Foto: ANTARA FOTO/SIGID KURNIAWAN
Presiden Joko Widodo. Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersyukur kinerja indeks bursa saham Indonesia di 2022 mengalami kenaikan sebesar 4,1 persen dibandingkan negara-negara lainnya. Sementara negara lain justru mengalami penurunan yang sangat tajam.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersyukur kinerja indeks bursa saham Indonesia pada 2022 mengalami kenaikan sebesar 4,1 persen dibandingkan negara-negara lainnya. Sementara negara lain justru mengalami penurunan yang sangat tajam.

Hal ini disampaikan Jokowi saat meresmikan pembukaan perdagangan Bursa Efek Indonesia 2023 di Jakarta, Senin (2/1/2023). "Kalau kita lihat bursa kita, pasar modal kita, kita juga patut bersyukur bahwa indeks di tahun 2022 itu mengalami kenaikan 4,1 persen dibandingkan bursa-bursa di negara-negara lain, yang mengalami penurunan yang sangat tajam," ujarnya.

Selain itu, kapitalisasi pasar juga disebutnya mengalami pertumbuhan 15 persen hingga sebesar Rp 9.499 triliun. Menurut dia, angka tersebut bukanlah angka yang kecil, mengingat dicapai saat menghadapi turbulensi ekonomi global pada 2022.

Sementara pada tahun ini, Jokowi mengatakan, menjadi ujian bagi ekonomi global ataupun nasional. Karena itu, ia mengingatkan agar tetap berhati-hati dan mewaspadai kondisi ini.

 

Baca juga : Waduh...Karyawan Gaji Rp 5 Juta Dikenakan PPh 5 Persen

Jokowi juga menyebut, sebanyak 55 persen investor di bursa saham saat ini adalah anak-anak muda di bawah 30 tahun, dan 70 persen merupakan masyarakat di bawah 40 tahun. "Artinya, prospek ke depan, betul-betul masih sangat menjanjikan dan dengan optimisme ini, optimisme, tapi waspada dan hati-hati," ujarnya.

Presiden pun berharap, ekonomi nasional masih bisa tumbuh di atas 5 persen pada tahun ini meskipun di tengah kondisi ekonomi global yang penuh dengan ketidakpastian. "Kita semuanya harus optimistis bahwa kita bisa menyelesaikan tantangan-tantangan yang ada, dan bisa mengarungi 2023, tahun ujian dengan ekonomi yang lebih baik," ujar dia.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement