Ahad 01 Jan 2023 10:16 WIB

Kembangkan Bali Barat, Pemerintah Siapkan Jalan Tol

Pembangunan infrastruktur jalan tol tersebut akan selesai pada 2025.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat ditemui di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (20/12/2022).
Foto: Republika/Fauziah Mursid
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno saat ditemui di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (20/12/2022).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno menyatakan, pemerintah mendukung pengembangan Bali bagian barat dengan pembangunan infrastruktur Jalan Tol Jembrana-Denpasar. Berdasarkan perkiraan, pembangunan infrastruktur jalan tol tersebut akan selesai pada 2025.

"Kita harus bersiap-siap karena Jembrana akan dilewati tol yang akan menghubungkan Denpasar dan pada 2025 akan tersambung. Jadi, kita harus siapkan ekosistem pariwisatanya karena semua nanti akan mulai berpindah ke Bali bagian barat," kata dia saat berkunjung ke Jembrana, Bali seperti dikutip lewat keterangan resmi di Jakarta, Sabtu (31/12/2022).

Sandiaga mengatakan, pengembangan pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Bali bagian barat menjadi salah satu program yang akan terus diperkuat agar nantinya penyebaran wisatawan dapat merata. Sehingga, wisatawan tidak hanya terpusat di Bali bagian timur dan selatan.

Saat ini, Bali dinilai masih menjadi top of mind destinasi pariwisata di dunia. Hal ini dianggap peluang yang harus dimanfaatkan dengan maksimal dengan pengembangan Bali bagian barat.

 

"Ini optimisme kita, sehingga ekosistem pariwisata dan ekonomi kreatif harus disiapkan di sini. Ini pekerjaan rumah kita agar kepulihan kita ini lebih merata dan berkualitas serta berkelanjutan," ujar Sandiaga.

Pada 2023, ditargetkan kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) dan wisatawan mancanegara (wisman) meningkat dua kali lipat. Untuk wisman, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif berambisi menggaet 7,4 juta kunjungan ke Indonesia. Sementara, untuk wisnus mencapai kisaran 1,2 hingga 1,4 miliar pergerakan.

"Ini harus disikapi oleh seluruh pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, jangan sampai ketinggalan, kita harus siapkan untuk membuka peluang usaha dan tentunya lapangan kerja yang luas," ungkap dia.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement