Jumat 30 Dec 2022 10:21 WIB

Ini 6 Pilihan Saham yang Layak Dikoleksi di Pengujung Tahun 2022

IHSG berada dalam trend bullish selama berada di atas level 6.885.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Nidia Zuraya
Investor memantau perdagangan saham melalui gawainya (ilustrasi).
Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA
Investor memantau perdagangan saham melalui gawainya (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami rebound terbatas dalam konsolidasi pada perdagangan akhir tahun 2022, Jumat (30/12/2022). Potensi rebound yang terbatas ini tercermin dari kondisi overbought & candle hammer. 

IHSG berada dalam trend bullish selama berada di atas level 6.885. Secara teknikal, indikator MACD bearish, Stochastic overbought, candle hammer. 

Baca Juga

Indeks masih berpeluang koreksi dengan target 6.784, 6.715 jika ditutup harian di bawah 6.855. Namun jika berhasil rebound, IHSG berpeluang menuju 6.820 (tercapai), 6.885 (tercapai), 6.982. 

“Level resistance pada perdagangan Jumat (30/12) berada di 6.884, 6.934, 6.982, 7.007 dengan support 6.824, 6.786, 6.745, 6.715. Adapun perkiraan range di rentang 6.810 - 6.920,” terang Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar.

Pada perdagangan kemarin, sebagian besar bursa regional Asia Pasifik mengalami penurunan. Kospi di Korea Selatan mencatat koreksi 1,93 persen.

Korea Selatan melaporkan penurunan retail sales sebesar 1,8 persen secara bulanan (MoM) untuk November 2022, penurunan bulanan sebanyak tiga kali berturut-turut. 

Di sisi lain IHSG mengalami kenaikan. Hong Kong mencatat defisit neraca perdagangan sebesar 27,1 miliar dolar pada November 2022. 

Dari Amerika Serikat (AS), indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat 1,05 persen, begitu juga dengan S&P 500 yang mencatat kenaikan 1,75 persen. Bahkan indeks Nasdaq naik lebih tinggi sebesar 2,59 persen. 

Initial jobless claims untuk minggu yang berakhir pada tanggal 24 Desember 2022 mencapai 225.000, sesuai perkiraan, naik dibandingkan minggu sebelumnya. Bursa Eropa juga ditutup menguat dengan kenaikan yang cukup signifikan dicatat oleh DAX Performance Index dan CAC 40.

Berikut enam saham rekomendasi dari BNI Sekuritas untuk diperdagangkan pada Jumat (30/12/2022) ini:

Baca juga : Bagaimana Nasib Saham BRIS Setelah Right Issue yang Oversubscribe 1,4 Kali?

1. PT Bank Central Asia Tbk  (BBCA)

Resist: Rp 8.625, Rp 8.700, Rp 8.800, Rp 8.875. 

Support: Rp 8.500, Rp 8.425, Rp 8.350, Rp 8.275. 

Rekomendasi: BUY Rp 8.550- Rp 8.575 target Rp 8.650, Rp 8.700 stop loss di bawah Rp 8.400.

2. PT Astra International Tbk (ASII) 

Resist: Rp 5.725, Rp 5.825, Rp 5.950, Rp 6.100. 

Support: Rp 5.550, Rp 5.425, Rp 5.350, Rp 5.275. 

Rekomendasi: SPECULATIVE BUY target Rp 5.750, Rp 5.900 stop loss di bawah Rp 5.550.

3. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) 

Resist: Rp 1.785, Rp 1.815, Rp 1.835, Rp 1.865. 

Support: Rp 1.745, Rp 1.725, Rp 1.700, Rp 1.685. 

Rekomendasi: BUY if break Rp 1.780 target Rp 1.815, Rp 1.835 stop loss di bawah Rp 1.740

4. PT Sariguna Primatirta Tbk (CLEO)

Resist: Rp 520, Rp 550, Rp 565, Rp 585. 

Support: Rp 490, Rp 484, Rp 468, Rp 444. 

Rekomendasi: BUY IF BREAK 500 target Rp 520, Rp 550 stop loss di bawah Rp 484.

5. PT Kalbe Farma Tbk (KLBF) 

Resist: Rp 2.110, Rp 2.150, Rp 2.190, Rp 2.260. 

Support: Rp 2.070, Rp 2.040, Rp 1.980, Rp 1.920. 

Rekomendasi: SPECULATIVE BUY target Rp 2.100, Rp 2.150 stop loss di bawah Rp 1.980.

6. PT Barito Pacific Tbk (BRPT)

Resist: Rp 780, Rp 805, Rp 835, Rp 875. 

Support: Rp 745, Rp 720, Rp 685, Rp 645. 

Rekomendasi: BUY di atas 765 target Rp 805, Rp 820 stop loss di bawah Rp 700.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement