Rabu 21 Dec 2022 23:24 WIB

Menkop Optimistis Capai Target Sejuta Produk UMKM Masuk E-Katalog LKPP

Produk UKM dalam e-Katalog sampai 21 Desember capai 916.392 produk

Rep: Iit Septyaningsih/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memastikan, pemerintah terus memberikan berbagai macam kemudahan guna mendukung upaya peningkatan ekspor produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Salah satunya terkait pembentukan ekosistem ekspor.
Foto: Kemenkop UKM
Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki memastikan, pemerintah terus memberikan berbagai macam kemudahan guna mendukung upaya peningkatan ekspor produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Salah satunya terkait pembentukan ekosistem ekspor.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengaku optimistis mampu mendekati target atau setidaknya mencapai 98 persen dari target sejuta produk UMKM yang masuk e-Katalog Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Pemerintah (LKPP). Tujuannya agar bisa diakses kementerian/lembaga dalam proses pengadaan barang atau jasa. 

“Sejumlah asumsi mendukung pencapaian 98 persen dari target satu juta produk UMKM (Usaha Mikro Kecil Menengah) bisa masuk e-Katalog LKPP,” kata Teten dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/12). Kementerian Koperasi dan UKM (Kemenkop) mencatat, produk UKM dalam e-Katalog sampai 21 Desember 2022 sudah mencapai sebanyak 916.392 produk atau naik 70 persen dibandingkan Agustus 2022. 

Sementara, dari sisi jumlah penyedia UKM tercatat sebanyak 42.405 atau naik 62 persen dari Agustus 2022. “Rata-rata kenaikan produk UKM kurang lebih 15.000 setiap 2 hari, dengan asumsi tersebut diperkirakan akan mencapai 98 persen dari target 1juta produk,” katanya.

Menkop menekankan, pemerintah terus mendorong para pelaku UMKM agar mau mendaftarkan produknya di katalog elektronik (E-Katalog). Kemenkop juga terus melakukan berbagai upaya guna meningkatkan minat pelaku UMKM mendaftarkan produk di E-Katalog.

Salah satu upayanya yaitu melalui WhatsApp (WA) dan email blast yang dikirim ke 600 ribu lebih UMK terkait tata cara masuk ke e-Katalog di LKPP. Lalu melakukan sosialisasi, coaching clinic kepada K/L dan pemda seluruh Indonesia, serta penyelenggaraan business matching di Smesco dan Jakarta Convention Center pada April 2022. 

Teten mengatakan fokus pemerintah kini selain sudah mengintegrasikan pengadaan barang dan jasa. Maka akan terus mengajak UMKM lainnya bergabung memboyong produknya ke e-katalog. 

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo menargetkan satu juta produk UMKM dan koperasi bisa masuk ke e-katalog hingga akhir 2022. Hal itu dilakukan demi menumbuhkan perekonomian Indonesia. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement