Ahad 27 Nov 2022 11:36 WIB

Dari Modal Finansial ke Modal Sosial

CSR ini diharapkan membantu pemulihan ekonomi pascapandemi Covid-19.

Rep: Fuji Pratiwi/ Red: Gita Amanda
Layar menampilkan pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, (ilustrasi). Merespons seruan Presiden Jokowi untuk mengentaskan pandemi Covid-19 dan memulihkan ekonomi, Organisasi Regulasi Mandiri atau Self Regulatory Organization (SRO) pasar modal Indonesia yang terdiri atas PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ambil peran.
Foto: ANTARA/Hafidz Mubarak A
Layar menampilkan pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, (ilustrasi). Merespons seruan Presiden Jokowi untuk mengentaskan pandemi Covid-19 dan memulihkan ekonomi, Organisasi Regulasi Mandiri atau Self Regulatory Organization (SRO) pasar modal Indonesia yang terdiri atas PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ambil peran.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pandemi Covid-19 yang mengadang sejak awal 2020 hingga saat ini, terasa betul menempa Indonesia untuk bergotong royong. Sebab, krisis kesehatan akibat pandemi Covid-19 ikut merambati berbagai sektor dan menahan laju ekonomi.

Berpidato pada Sidang Tahunan MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Selasa (16/11/2022), Presiden Joko Widodo mengatakan, ujian ini tidak mudah bagi dunia dan juga tidak mudah bagi Indonesia. "Namun, Indonesia termasuk yang mampu menghadapi berbagai krisis ini," kata Jokowi.

Baca Juga

Di tengah tantangan yang berat, Jokowi melihat Indonesia patut bersyukur atas keberhasilan mengendalikan pandemi Covid-19. Karena itu, Jokowi mengajak semua elemen terus bersatu. "Marilah kita bersatu padu untuk Indonesia Maju. Indonesia pulih lebih cepat, bangkit lebih kuat. Merdeka!" ujar Jokowi.

Merespons seruan untuk mengentaskan pandemi Covid-19 dan memulihkan ekonomi, Organisasi Regulasi Mandiri atau Self Regulatory Organization (SRO) pasar modal Indonesia yang terdiri atas PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), ambil peran. SRO menggugah para investor dan pemangku kepentingan untuk terlibat dalam aksi corporate social resposibility (CSR) dalam rangka HUT ke-45 Pasar Modal Indonesia tahun ini.

Seperti pada 2021, untuk tahap awal, SRO mengalokasikan komisi (fee) dari jasa transaksi bursa dan kustodian sentral pasar modal pada 9 Agustus 2022 lalu untuk CSR. Dana yang berhasil dihimpun mencapai Rp 8,845 miliar. Pada tahun ini juga ada alokasi dana CSR dari penyelenggaraan HUT Pasar Modal tahun sebelumnya sebesar Rp 12,20 miliar.

"Mewakili SRO, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kontribusi seluruh investor serta pemangku kepentingan pasar modal dalam pengumpulan dana CSR ini," kata Ketua Panitia HUT ke-45 Pasar Modal Indonesia yang juga merupakan Direktur KPEI Antonius Herman Azwar.

Tahun lalu, pendapatan transaksi bursa dan komisi jasa kustodian pada 9 Agustus 2021 yang dijadikan dana CSR senilai Rp 11,26 miliar. Dana CSR itu terus bertambah seiring disisihkannya komisi dari transaksi bursa dan kustodian sentral pasar modal pada satu hari di setiap bulan sepanjang September hingga Desember 2021.

Hingga 30 Desember 2021, total dana yang terkumpul mencapai Rp 66,08 miliar yang terdiri atas Rp 40,92 miliar berasal dari pendapatan transaksi bursa dari BEI, KPEI, dan KSEI serta pendapatan jasa kustodian sentral. Selanjutnya, dana Rp 25,16 miliar dari donasi dan Rp 394 juta donasi dalam bentuk natura dari pelaku pasar modal Indonesia. Dana ini digunakan untuk penanggulangan Covid-19 seperti pembangunan rumah sakit darurat, pengadaan konsentrator okisgen, dan sentra vaksinasi.

Kepada para investor, lanjut Antonius, SRO mengajak untuk berinvestasi sekaligus berbagi dengan meningkatkan transaksi di pasar modal. Ia berharap, CSR dengan slogan Peduli untuk Kesejahteraan Bersama pada tahun ini dapat membantu pemulihan ekonomi Indonesia pascapandemi Covid-19. Selain juga memberikan kontribusi dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan guna meningkatkan kualitas kehidupan dan lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat.

KSEI mencatat, per 3 November 2022, jumlah Single Investor Identification (SID) telah mencapai 10.000.628. Jumlah itu meningkat 33,53 persen dari 7.489.337 pada akhir 2021. Tren peningkatan tersebut telah terlihat sejak 2019 ketika investor masih 2.484.354.

Meluaskan bantuan

Dalam talkshow CSR HUT ke-45 Pasar Modal Indonesia, awal Agustus 2022 lalu, Antonius menyatakan, kondisi yang berangsur pulih dan mobilitas masyarakat yang perlahan kembali normal pada 2022 ini membuat cakupan CSR SRO pasar modal meluas. Aspek kesehatan tetap jadi perhatian ditambah aspek kepedulian lingkungan, pendidikan, gizi dan pangan, serta sosial dan ekonomi bagi penerima manfaat. Hal itu seiring tema HUT yang diusung yaitu Menuju Ekonomi Tangguh, Stabil, dan Berkelanjutan.

Pada Oktober dan November 2022, CSR dalam rangka HUT ke-45 Pasar Modal Indonesia dilaksanakan di Sumatra. Pada Ahad (2/10/2022), bersama Yayasan Benih Baik, SRO menyerahkan bantuan kaki palsu kepada 30 orang penerima manfaat di Kota Medan, Sumatra Utara. Pada kesempatan itu, Antonius berharap bantuan tersebut dapat membantu para difabel tetap produktif.

Perwakilan penerima bantuan kaki palsu, Husnul Habib, menyambut baik bantuan yang diberikan regulator pasar modal. "Bantuan ini sangat berarti meningkatkan kepercayaan diri sekaligus mendukung produktivitas saya dan teman-teman sesama difabel," kata Husnul.

Esoknya, pada Senin (3/10/2022), SRO menyerahkan bantuan untuk pembangunan ruang kelas baru SMA Swasta Masehi Biru Biru, Deli Serdang, Sumatra Utara. Pembangunan ruang kelas dibutuhkan seiring bertambahnya jumlah siswa baru. Terlebih, SMA ini melayani 20 desa di sekitarnya.

Direktur Utama KPEI Iding Pardi berharap, dengan daya tampung ruang kelas SMA Swasta Masehi Biru Biru semakin meningkat, kualitas proses belajar mengajar bisa menjadi lebih baik. "Kami harap anak-anak didik semakin semangat untuk terus belajar dan berprestasi agar bisa membawa Indonesia menjadi negara maju," kata Iding.

Kepala SMA Swasta Masehi Biru Biru Etty Barus menyambut baik dan berterima kasih atas bantuan tersebut. Selain pembangunan ruang kelas, bantuan CSR dari SRO pasar modal juga digunakan untuk pengadaan peralatan laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA) dan laboratorium komputer.

Awal November 2022 ini, SRO melaksanakan dua kegiatan CSR. Pertama, SRO memberikan bantuan berupa penyediaan satu unit arm rock truck serta kontainer terbuka sebagai kendaraan pengangkut sampah kepada Pemerintah Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri), pada Senin (7/11/2022). SRO berharap armada pengangkut sampah ini, dapat meningkatkan kualitas lingkungan di Kota Batam menjadi lebih bersih, hijau, dan nyaman.

Wakil Wali Kota Batam Amsakar Achmad menyambut baik sekaligus berterima kasih atas bantuan tersebut. "Armada ini akan digunakan untuk membantu mobilisasi sampah di beberapa kecamatan di Kota Batam," kata dia.

CSR kedua di Kepri dilakukan di SDN 021 Moro, Kabupaten Karimun, Kepri. Perwakilan SDN 021 Moro Syamsudin menyambut baik bantuan perahu dan peralatan sekolah dari regulator pasar modal. "Bantuan ini sangat berarti dalam mendukung mobilisasi tenaga pendidikan, para guru, dan para siswa," kata Syamsudin.

Bantuan perahu dan peralatan sekolah, kata Direktur KSEI Supranoto Prajogo, merupakan bentuk kepedulian SRO di bidang pendidikan, termasuk wilayah kepulauan seperti Kabupaten Karimun. Bantuan ini juga ia harapkan dan yakini dapat meningkatkan kualitas proses belajar di sana.

"Semoga bantuan perahu dan peralatan sekolah ini memberikan semangat baru bagi para guru, tenaga pendidik, serta tentunya para siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar," kata Supranoto.

Keempat CSR di Sumatra tersebut dilakukan bersamaan dengan Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2022. Kegiatan ini merupakan edukasi pasar modal dari OJK dan SRO bagi masyarakat.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement