Selasa 15 Nov 2022 19:35 WIB

Komunike B20 Jadi Harapan Pengusaha untuk Pemulihan Ekonomi

Komunike B20 mencakup tiga elemen utama, yakni inovasi, inklusifitas dan kolaborasi

Perubahan selalu terjadi, dengan peradaban yang semakin pesat, energi harus mengejar kebutuhan yang ada untuk kehidupan masyarakat banyak. Diskusi khusus membahas proses produksi energi menuju bentuk terbaiknya selalu mengalir. Momentum G20, melahirkan diskusi B20 dengan tema Task Force Energy, Sustainability and Climate (TF ESC) Business 20 (B20) Indonesia.
Foto: istimewa
Perubahan selalu terjadi, dengan peradaban yang semakin pesat, energi harus mengejar kebutuhan yang ada untuk kehidupan masyarakat banyak. Diskusi khusus membahas proses produksi energi menuju bentuk terbaiknya selalu mengalir. Momentum G20, melahirkan diskusi B20 dengan tema Task Force Energy, Sustainability and Climate (TF ESC) Business 20 (B20) Indonesia.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Lahirnya komunike dalam B20 Summit Indonesia mampu menjadi sebuah harapan bagi adanya pemulihan ekonomi dunia pascakrisis. Ketua B20 Indonesia, Shinta Kamdani mengungkapkan bahwa telah lahir komunike dan juga sebanyak 25 rekomendasi kebijakan dari KTT Business 20 (B20).

Baginya, rekomendasi itu adalah sebuah warisan atau legacy yang bertujuan untuk mendukung percepatan kebangkitan ekonomi global pascapandemi COVID-19. Shinta menyatakan optimismenya bahwa pada saat ini dunia, dengan didorong oleh Presidensi Indonesia sudah mulai memasuki era baru dan kemampuan untuk mengelola hingga keluar dari krisis.

“Saya mengingat kembali ketika Presiden RI meminta B20 bekerja sama untuk berkontribusi terhadap pemulihan ekonomi, dan sekarang kita memasuki era baru dengan reboot yang hebat dan kemampuan mengelola bahkan untuk keluar dari krisis,” katanya 

Optimisme tersebut bukan tanpa alasan, pasalnya sudah mulai banyak lahir bisnis yang sangat inovatif, utamanya untuk memanfaatkan peluang baru dan didukung dengan adanya rebound perdagangan.

 

Menurut Ketua B20 Indonesia itu, saat ini dunia sangat memiliki era ekonomi baru dengan basis kerja sama."Sekarang kita memiliki peluang untuk era ekonomi baru yang berbasis kerja sama. Dalam semangat itulah saya bangga menyampaikan komunike B20 Indonesia yang mencakup rekomendasi bersama kami untuk para pemimpin G20," tutur Shinta.

Sebagai informasi, komunike B20 mencakup tiga elemen utama, yakni inovasi, inklusifitas dan kolaborasi. Inovasi berfokus agar bisa membuka kunci awal pertumbuhan ekonomi pascakrisis. Kemudian dengan inklusifitas, diharapkan mampu menggandeng seluruh kelompok rentan tanpa tertinggal.

Sementara kolaborasi sendiri, adalah semangat agar ada koordinasi antara negara maju dengan negara berkembang. Shinta Kamdani mengaku bahwa bukan hanya terlahir 25 rekomendasi kebijakan saja dari B20 Indonesia, namun terdapat sebanyak 68 aksi kebijakan.

“Bersama-sama kita telah mencapai konsensus dengan 25 rekomendasi kebijakan dan 68 aksi kebijakan,” katanya. Kemudian seluruh dokumen B20 sendiri saat ini sudah diserahkan kepada Presiden RI, Joko Widodo.

Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin), Arsjad Rasjid menjelaskan bahwa terdapat beberapa warisan yang dirangkum dalam dokumen KTT B20 tersebut. Beberapa diantaranya adalah mengenai isu transisi energi, arsitektur kesehatan global, dan transformasi digital, Presidensi B20 sudah mengusulkan adanya sebuah inisiatif untuk UMKM.

Menurutnya, pengembangan UMKM menjadi sangat penting untuk terus didukung karena kontribusinya besar bagi perekonomian negara berkembang. Konkretnya, dalam B20 diusulkan adanya WikiUMKM yang memungkinkan para pelaku UMKM bisa bekerja sama dengan perusahaan besar.

"Kami mengusulkan pembuatan WikiUMKM ini seperti Wikipedia. Jadi melalui WikiUMKM, perusahaan besar bisa bekerja sama dengan UMKM. Kita angkat pelaku usaha kecil ini ke level dunia dan membuka akses pasar yang lebih luas," kata Arsjad.

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement