Selasa 08 Nov 2022 08:58 WIB

Penguatan IHSG Diprediksi Berlanjut, 6 Saham Layak Beli dari Energi Hingga Bank!

IHSG diprediksi masih berlanjut rebound dengan target 7.091 dan 7.135.

Rep: Retno Wulandhari/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Petugas kebersihan melintasi layar digital pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami kenaikan dalam pola konsolidasi pada perdagangan Selasa (8/11). Potensi penguatan ini tercermin dari candle higher high & higher volume.
Foto: ANTARA/Akbar Nugroho Gumay
Petugas kebersihan melintasi layar digital pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami kenaikan dalam pola konsolidasi pada perdagangan Selasa (8/11). Potensi penguatan ini tercermin dari candle higher high & higher volume.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpeluang mengalami kenaikan dalam pola konsolidasi pada perdagangan Selasa (8/11/2022). Potensi penguatan ini tercermin dari candle higher high & higher volume. 

Head of Technical Analyst Research BNI Sekuritas Andri Zakarias Siregar mengatakan, IHSG berada dalam trend bullish selama di atas level 6.995. Secara teknikal, indikator MACD bullish, Stochastic overbought, di atas support 6.980, candle higher high. 

Menurut Andri, IHSG masih berpeluang rebound dengan target 7.091 dan 7.135 jika bisa ditutup harian di atas 6.980 hingga 7.250. Jika gagal mencapai target tersebut, IHSG rawan terkoreksi menuju 6.958 hingga 6.894. 

“Level resistance pada perdagangan Selasa (8/11/2022) berada di 7.135, 7.178, 7.225, 7.256 dengan support 7.078, 7.050, 7.015, 6.962. Perkiraan range pada perdagangan hari ini (8/11/2022) 7.055 - 7.150,” terang Andri dalam riset, Selasa (8/11/2022).

Pada perdagangan kemarin, IHSG ditutup menguat 0,81 persen ke level 7.102,40. Research Analyst BNI Sekuritas Maxi Liesyaputra mengatakan, indeks bursa regional Asia Pasifik mengalami penguatan. Hang Seng naik 2,69 persen, begitu juga dengan Nikkei yang menguat 1,21 persen. 

China mencatat penurunan eskpor dan impor masing-masing 0,3 persen year-on-year (YoY) dan 0,7 persen YoY, jauh di bawah perkiraan yang mencatat pertumbuhan. Indonesia mencatat pertumbuhan ekonomi pada kuartal ketiga 2022 sebesar 5,72 persen YoY meningkat dibandingkan kuartal sebelumnya.

Dari AS, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup menguat signifikan 1,31 persen, S&P 500 naik 0,96 persen dan Nasdaq menguat sebesar 0,85 persen. Indeks menguat di tengah penantian investor terhadap data inflasi AS yang akan rilis minggu ini.

Berikut merupakan rekomendasi saham dari BNI Sekuritas untuk perdagangan hari ini:

1. PT Bank Mandiri Tbk (BMRI)

Resistance : Rp 10.350, Rp 10.500, Rp 10.600, Rp 10.875. 

Support: Rp 10.150, Rp 9.950, Rp 9.850, Rp 9.600. 

Rekomendasi: BUY Rp 10.200 - Rp 10.250, target Rp 10.450, Rp 10.575. Stop loss di bawah Rp 9.950.

2. PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS)

Resistance : Rp1.875, Rp 1.925, Rp 1.965, Rp 1.995. 

Support: Rp 1.820, Rp 1.775, Rp 1.750, Rp 1.680. 

Rekomendasi: BUY Rp 1.820- Rp 1.850, target Rp 1.900, Rp 1.925. Stop loss di bawah Rp 1.750

3. PT Harum Energy Tbk (HRUM)

Resistance : Rp 1.710, Rp 1.740, Rp 1.770, Rp 1.840. 

Support: Rp 1.635, Rp 1.600, Rp 1.570, Rp 1.545. 

Rekomendasi: BUY IF BREAK Rp 1.670, target Rp 1.740, Rp 1.770. Stop loss di bawah Rp 1.600

4. PT Vale Indonesia Tbk (INCO)

Resistance : Rp 7.250, Rp 7.375, Rp 7.475, Rp 7.675.

Support: Rp 7.025, Rp 6.925, Rp 6.750, Rp 6.625.

Rekomendasi: BUY IF BREAK Rp 7.150, target Rp 7.350, Rp 7.475. Stop loss di bawah Rp 6.750.

5. PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM)

Resistance : Rp 4.310, Rp 4.360, Rp 4.420, Rp 4.500. 

Support: Rp 4.240, Rp 4.190, Rp 4.120, Rp 4.040.

Rekomendasi: TRADING BUY target Rp 4.360, Rp 4.380. Stop loss di bawah Rp 4.190.

6. PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)

Resistance : Rp 2.680, Rp 2.710, Rp 2.760, Rp 2.820. 

Support: Rp 2.630, Rp 2.590, Rp 2.530, Rp 2.460.

Rekomendasi: AKUMULASI BUY target Rp 2.710, Rp 2.740. Stop loss di bawah Rp 2.590.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement