Senin 07 Nov 2022 09:59 WIB

Ekonom Proyeksikan Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III Relatif Baik

Ekonom CORE sebut pertumbuhan di Kuartal III lebih baik bila indikatornya tahun lalu

Rep: Rahayu Subekti/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan gedung bertingkat di Jakarta,. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2022 masih relatif baik. Yusuf menuturkan hal tersebut dikarenakan kinerja beberapa indikator utama itu masih relatif baik.
Foto: ANTARA/Muhammad Adimaja
Sejumlah pekerja menyelesaikan pembangunan gedung bertingkat di Jakarta,. Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2022 masih relatif baik. Yusuf menuturkan hal tersebut dikarenakan kinerja beberapa indikator utama itu masih relatif baik.

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ekonom Center of Reform on Economics (Core) Yusuf Rendy Manilet memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal III 2022 masih relatif baik. Yusuf menuturkan hal tersebut dikarenakan kinerja beberapa indikator utama itu masih relatif baik. 

"Artinya meskipun di akhir kuartal III 2022 ada pengumuman kenaikan harga BBM tapi saya pikir pengaruhnya tidak begitu besar kepada proyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal III ini," kata Yusuf kepada Republika, Ahad (6/11/2022). 

Dia menjelaskan, jika mengukur dari indikator utama biasanya indeks penjualan riil, pertumbuhan pada kuartal III 2022 lebih baik dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu. Atas dasar itu, kata Yusuf, pertumbuhan ekonomi pada kuartal III secara keseluruhan dan tahunan masih berpotensi tumbuh di atas 5 persen. 

"Kalau kisarannya itu, pertumbuhan ekonomi di kisaran 5 persen sampai 5,2 persen," tutur Yusuf. 

Proyeksi tersebut menurutnya sedikit melandai dibandingkan pertumbuhan pencapaian kuartal II secara tahunan. Sebab menurutnya, dampak dari kenaikan BBM akan baru terasa pada kuartal IV 2022. 

Yusuf menilai, dampak inflasi pada kuartal III 2022 sudah ada tetapi tidak terlalu besar akan mempengaruhi kinerja ekonomi. "Karena kan secara umum inflasi di tahun ini sudah lebih tinggi dibandingkan tahun lalu. tetapi kalau bicara inflasi apalagi disebabkan kenaikan BBM, kami proyeksi sih akan lebih banyak pengaruhnya pada kuartal IV," jelas Yusuf. 

Menurutnya, yang paling penting saat ini  bagaimana mengoptimalkan APBN dan kebijakan fiskal. Khususnya untuk menopang pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2022. 

"Karena realisasi dari belanja APBN kita masih relatif kecil, terhadap total pagunya sekitar 76 persen. Artinya ada sekitar 25 persen yang harus dikejar sampai akhir tahun nanti. Ini yang perlu dioptimalkan pemerintah," ungkap Yusuf. 

Terlebih, Yusuf menilai dari program pemulihan ekonomi nasional (PEN) berhasil menjaga daya beli masyarakat dari efek kenaikan BBM. Dia menegaskan hal tersebut perlu dioptimalkan menjaga daya beli dan pada akhirnya bisa menjaga pertumbuhan ekonomi pada kuartal IV 2022.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement