Senin 31 Oct 2022 23:44 WIB

PLN Ajak Generasi Milenial Dukung Transisi Energi di RI

Dirut PLN yakin dengan sokongan milenial perseroan bisa tambah jumlah pembangkit EBT

Rep: Intan Pratiwi/ Red: Ichsan Emrald Alamsyah
President Director PLN Darmawan Prasodjo. PT PLN (Persero) mengajak generasi milenial aktif mendukung upaya transisi energi guna mencapai Net Zero Emission pada 2060.
Foto: ANTARA/Budi Candra Setya
President Director PLN Darmawan Prasodjo. PT PLN (Persero) mengajak generasi milenial aktif mendukung upaya transisi energi guna mencapai Net Zero Emission pada 2060.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT PLN (Persero) mengajak generasi milenial aktif mendukung upaya transisi energi guna mencapai Net Zero Emission pada 2060.

Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan, dalam proses transisi energi, kapasitas nasional dan kemampuan teknis yang baru merupakan hal yang sangat penting.

"Kalau bisa membangun kapasitas nasional, maka transisi energi ini bisa mempercepat pertumbuhan ekonomi, menciptakan lapangan pekerjaan membangun bangsa di masa depan Indonesia dan itu ada di pundaknya adik-adik mahasiswa di sini," kata Darmawan.

Dalam hal ini, PLN berkomitmen merealisasikan pembangunan infrastruktur ketenagalistrikan sesuai Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2021-2030. Diharapkan, akan ada tambahan pembangkit energi baru terbarukan (EBT) 20,9 gigawatt (GW) atau 51,6 persen dari total penambahan pembangkit. PLN juga memastikan tidak akan melakukan pembangunan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) baru.

 

Darmawan mengakui upaya membangun pembangkit yang berbasis EBT tidaklah mudah. Namun ia meyakini, dengan bantuan dan pikiran kreatif dari generasi milenial, Darmawan percaya tantangan ini bisa diselesaikan.

"Kalau energi terbarukan yang sifatnya intermiten butuh baterai. Misalnya tenaga angin, kalau anginnya kencang ya mutarnya kencang, listrik yang dihasilkan banyak. Energi matahari, paling bagus hanya jam 10 sampai jam 12. Makanya kita butuh baterai. Inovasi ini bukan dilakukan oleh generasi yang umurnya 50-60 tahun, inovasi ini dilakukan generasi milenial," jelas Darmawan.

Selain itu, PLN juga mendorong penggunaan kendaraan bermotor listrik di Indonesia untuk menekan emisi karbon di sektor transportasi. Dukungan ini dilakukan dengan menghadirkan program kolaborasi atau franchise infrastruktur Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) dan Stasiun Penukaran Baterai Kendaraan Listrik Umum (SPBKLU).

PLN juga melakukan transformasi di bidang pelayanan. Lewat aplikasi New PLN Mobile pelayanan kepada pelanggan kini semakin baik. "Semua proses yang berbelit kita sederhanakan. Insya Allah prosesnya jauh lebih cepat," kata Darmawan.

Selain kemudahan, masyarakat juga mendapatkan layanan yang lebih murah. Transformasi pelayanan lewat PLN Mobile ini mulai terlihat hasilnya. Banyak masyarakat yang puas dengan pelayanan yang diberikan oleh PLN.

Hal ini terlihat dari rating yang mencapai 4,8 dari rating maksimal 5,0. Dengan begitu, aplikasi super ini menjadi salah satu yang terbaik di Asia Tenggara.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement