Rabu 26 Oct 2022 06:10 WIB

Binance Perluas Operasi di Sejumlah Negara

Ini meliputi berbagai negara di dunia meliputi wilayah Timur Tengah hingga Eropa.

Uang kripto (ilustrasi)
Foto: Pixabay
Uang kripto (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bursa mata uang kripto global, Binance, memperluas operasinya di berbagai negara di dunia meliputi wilayah Timur Tengah hingga Eropa meskipun saat ini bursa kripto sedang mengalami bear market. Dilansir dari Antara, Rabu (26/10/2022), sejumlah negara yang memberikan lisensi pada Binance antara lain Prancis, Italia, Spanyol, Selandia Baru, Bahrain, Uni Emirat Arab, hingga Kazakhstan. Berikut ulasannya singkatnya:

 

Baca Juga

Prancis

Pemerintah Prancis memberikan Binance lisensi pertama pada Mei 2022 diikuti pernyataan dari Binance France yang mengatakan “menerima registrasi sebagai Penyedia Layanan Aset Digital (DASP) oleh Autorité des marchés financiers (AMF) dengan persetujuan dari Autorité de Contrôle Prudentiel et de Résolution (ACPR). ”

 

Itu adalah pertama kalinya perusahaan kripto mendapat lisensi untuk beroperasi di negara Eropa. AMF dan ACPR adalah organisasi di Prancis yang mengatur pasar keuangan Prancis dan memantau "bank dan perusahaan asuransi". Izin tersebut menjadikan Binance France sebagai badan hukum di Prancis, ujar Tim Binance.

CEO Binance France, David Princay, mengatakan, pendaftaran ini akan membuka Eropa ke pasar kripto karena “Adopsi akan membantu membawa likuiditas yang lebih baik ke pasar.”

Setelah Prancis membuka pintunya untuk Binance, Bahrain menjadi negara berikutnya. Pada 24 Mei 2022, Binance Bahrain “menerima lisensi Kategori 4 sebagai penyedia layanan aset kripto (CASP) dari Bank Sentral Bahrain (CBB),” sebagaimana dipaparkan di situs webnya.

Sebagaimana ditulis dalam pengumuman, lisensi diberikan oleh Bank Sentral Bahrain yang “mengelola stabilitas moneter dan keuangan di Kerajaan Bahrain dan menggantikan Badan Moneter Bahrain (BMA)”.

 

Italia 

Binance Italia menerima persetujuan regulasi oleh pemerintah Italia untuk beroperasi di negara tersebut dan menjadi “Penyedia Layanan Mata Uang Kripto dengan 'Organismo Agenti e Mediatori' (OAM)."

Lisensi yang disetujui oleh legislator Italia membuka akses layanan dan produk kripto untuk warga Italia. Binance diberi mandat untuk “beroperasi sesuai dengan peraturan lokal terkait mata uang kripto,” ungkap laporan terkait.

Changpeng Zhao, CEO Binance berterima kasih kepada otoritas Italia atas "upaya mereka dalam mendefinisikan dan mengendalikan persyaratan untuk beroperasi di Italia dengan transparansi penuh." Pengguna adalah perhatian utama kami, dan langkah-langkah yang diambil di Italia, seperti penerapan registrasi, menjamin keamanan pengguna, tambahnya.

 

Spanyol

Spanyol menjadi negara Eropa ketiga yang mengizinkan Binance beroperasi secara legal di negara tersebut. Binance mengumumkan bahwa anak perusahaan Binance Spanish, Moon Tech Spain, S.L., menerima “registrasi sebagai Penyedia Layanan Aset Virtual (VASP)” pada 7 Juli 2022, oleh Bank of Spain.

Prosesnya dimulai dengan dikirimkannya permohonan pada 28 Januari 2022. Pengumuman tersebut menyatakan bahwa warga Spanyol kini dapat mengakses "bursa aset kripto dan layanan kustodi di Spanyol” sesuai dengan aturan anti pencucian uang dan pendanaan kontra-teroris (AML/CTF) yang ditetapkan oleh Bank Sentral.

Quim Giralt, Direktur Binance Spain, menjelaskan bahwa izin tersebut memperluas tim dan operasi Binance ke Spanyol seiring mereka mempekerjakan talenta lokal untuk melayani pengguna Spanyol.

 

Selandia Baru

Binance secara resmi meluncurkan Binance New Zealand setelah menerima lisensi sebagai Penyedia Layanan Keuangan pada 10 September 2022. Binance New Zealand, dengan nomor registrasi FSP nomor FSP1003864, akan menyediakan beberapa layanan seperti perdagangan spot, NFT, staking, dan banyak lagi.

Meskipun Selandia Baru kelihatannya tidak menarik begitu banyak perhatian teknologi, kehadiran Binance akan memberi warga Selandia Baru akses ke biaya perdagangan yang menguntungkan. "Inovasi produk dan layanan global yang menarik yang ada di ruang ini,” ujar Ben Rose, General Manager Binance Selandia Baru.

 

Dubai

Dubai menjadi lokasi berikutnya di Timur Tengah di mana Binance menerima lisensi untuk beroperasi setelah Bahrain. Pada 20 September 2022, Virtual Asset Regulatory Authority (VARA) Dubai mengeluarkan lisensi Minimal Viable Product (MVP) untuk Binance, tulis tim Binance di sebuah blog. Perkembangan itu diraih setelah Binance menerima lisensi sementara pada Maret 2022.

Pengumuman tersebut menyatakan bahwa layanan yang ditawarkan Binance dalam kemitraan dengan bank di Dubai mencakup layanan bursa aset virtual, konversi aset virtual dan mata uang fiat, transfer aset virtual, kustodi dan pengelolaan aset virtual, penawaran token virtual dan layanan perdagangan, pembayaran aset virtual dan layanan pengiriman uang.

 

Kazakhstan 

Pada 6 Oktober 2022, Binance mengumumkan penerimaan lisensi operasi di Kazakhstan. Otoritas Jasa Keuangan AIFC (AFSA) di Kazakhstan mengizinkan Binance “untuk mengoperasikan platform aset digital dan menyediakan layanan kustodian di Pusat Keuangan Internasional Astana,” kata tim Binance.

Pengumuman tersebut menyatakan bahwa lisensi memungkinkan individu dan entitas untuk mengakses layanan bursa dan konversi serta melakukan penyetoran, penarikan, dan perdagangan dengan transaksi fiat-kripto. Semua kegiatan akan dilakukan sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh pihak berwenang.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement