Rabu 18 Mar 2026 20:31 WIB

Ini Upaya Pertamina Hadapi Situasi Global

Pertamina telah melakukan diversifikasi sumber pasokan energi.

Menghadapi dinamika situasi global setelah konflik di Timur Tengah, Pertamina menjalankan renncana mitigasi dan contingency plan agar pasokan energi di dalam negeri tetap berjalan baik.
Foto: Pertamina
Menghadapi dinamika situasi global setelah konflik di Timur Tengah, Pertamina menjalankan renncana mitigasi dan contingency plan agar pasokan energi di dalam negeri tetap berjalan baik.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menghadapi dinamika global dan konflik Timur Tengah, PT Pertamina (Persero) telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi sebagai upaya menjaga ketersediaan pasokan energi. Kondisi global memengaruhi rantai pasok energi dunia sehingga perlu dukungan dari seluruh pihak untuk menjaga keberlangsungan energi, termasuk BBM dan LPG.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Muhammad Baron menyatakan, berbagai langkah dan skenario operasional Pertamina tetapkan dalam menghadapi situasi global.Pertamina juga mengupayakan pasokan dan penyaluran BBM serta LPG untuk masyarakat berjalan baik.

“Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina telah menjalankan rencana mitigasi dan contingency plan, supaya pasokan energi tetap berjalan dengan baik,” ujar Baron dalam keterangan, Rabu (18/3/2026).

Pertamina, jelasnya, telah melakukan diversifikasi sumber pasokan energi, sehingga tidak bergantung pada satu wilayah atau negara tertentu. Strategi ini diharapkan bisa menjaga stabilitas pasokan saat terjadi gangguan pada jalur distribusi atau dinamika geopolitik di kawasan tertentu.

Pertamina juga terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah guna memastikan optimalisasi pasokan energi nasional serta mendukung kebijakan strategis di sektor energi.

Dalam menjaga distribusi energi kepada masyarakat, yang tidak kalah pentingnya, Pertamina terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum serta pemerintah daerah (pemda) untuk melakukan pengawasan terhadap distribusi di lapangan.

“Pertamina bersama aparat penegak hukum dan pemda terus melakukan pengawasan di lapangan untuk memastikan distribusi BBM dan LPG lancar. Kami juga mendukung penegakan hukum terhadap praktik penimbunan maupun penyalahgunaan energi,” tambah Baron.

Dinamika global yang saat ini terjadi, lanjut Baron, merupakan faktor eksternal yang perlu dihadapi bersama, baik pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat. Pertamina akan terus memaksimalkan berbagai langkah, untuk menjaga ketersediaan energi nasional.

Sebagai bagian dari upaya bersama menjaga ketahanan energi, Pertamina juga mengimbau masyarakat menggunakan energi, baik BBM dan LPG secara bijak dan melakukan penghematan sesuai kebutuhan.

Masyarakat dapat mulai memanfaatkan berbagai alternatif penggunaan energi dalam kegiatan sehari-hari, seperti penggunaan peralatan listrik rumah tangga untuk memasak maupun pemanas makanan sehingga konsumsi energi lebih terkelola dengan baik.

“Sejalan dengan imbauan Presiden, Pertamina juga mengajak masyarakat bersama-sama menggunakan energi secara bijak sebagai bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional,” tutup Baron.

Pertamina sebagai perusahaan pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Seluruh upaya tersebut sejalan dengan transformasi Pertamina yang berorientasi pada tata kelola, pelayanan publik, keberlanjutan usaha dan lingkungan, dengan menerapkan prinsip-prinsip Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina, berkoordinasi dengan https://www.danantaraindonesia.co.id/.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement